IESR: Pernyataan Hashim Soal Fosil Bertentangan dengan Komitmen Energi Prabowo

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 03 Desember 2025 | 19:54 WIB
IESR: Pernyataan Hashim Soal Fosil Bertentangan dengan Komitmen Energi Prabowo
Manajer Program Sistem Transformasi Energi IESR, Deon Arinaldo, menegaskan bahwa perbedaan tersebut sangat mencolok dan menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan energi nasional. Foto Yaumal-Suara.com
baca 10 detik
  • IESR nilai pernyataan Hashim soal fosil bertentangan dengan komitmen Prabowo.

  • Komitmen energi terbarukan Prabowo dinilai tak sejalan sikap pemerintah.

  • IESR: Ketergantungan fosil berisiko bagi ekonomi dan kredibilitas RI.

Suara.com - Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pernyataan Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengenai keberlanjutan penggunaan energi fosil tidak sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong 100 persen energi baru terbarukan (EBT).

Sikap berbeda itu muncul setelah Hashim menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan phase-out energi fosil karena dinilai masih dibutuhkan untuk sektor industri dan kelistrikan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapimnas Kadin pada Selasa (2/12/2025).

Di sisi lain, Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan komitmen kuat dalam transisi energi, termasuk kepada Sekjen PBB dan di hadapan para pemimpin dunia di KTT G20, bahwa Indonesia akan menerapkan 100 persen energi terbarukan dan menghentikan penggunaan energi fosil dalam 15 tahun ke depan.

Manajer Program Sistem Transformasi Energi IESR, Deon Arinaldo, menegaskan bahwa perbedaan tersebut sangat mencolok dan menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan energi nasional.

“Jelas kontradiktif. Pak Prabowo di KTT G20 bilang Indonesia akan 100 persen energi terbarukan dan tidak memakai fosil 15 tahun ke depan. Dari kalimat saja sudah head to head berbeda,” ujar Deon saat ditemui di sela Brown to Green Conference di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Deon menambahkan bahwa Indonesia harus memiliki kemauan politik untuk keluar dari ketergantungan energi fosil guna mencegah risiko ekonomi. Ketergantungan itu, menurutnya, membuat Indonesia rentan, terutama terhadap dinamika investasi global.

Ia mencontohkan sejumlah investor data center yang kini mensyaratkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan. Ketidakjelasan arah kebijakan energi, termasuk rencana PLN yang masih mengandalkan PLTU, membuat investor ragu.

“Kalau ekonomi tumbuh dengan fosil, ekonomi kita jadi rentan. Investor data center saja ingin energi terbarukan. Kalau PLN tetap bangun PLTU, mereka ragu,” ujar Deon.

Selain risiko ekonomi, ketidaktegasan pemerintah dalam transisi energi juga dapat berdampak pada kredibilitas politik Indonesia di mata dunia.

baca juga

“Ada risiko yang seharusnya bisa dilihat pemerintah. Sebenarnya jalan ke depan bisa dengan strategi A-B-C, termasuk phase out atau phase down yang dapat dikomunikasikan,” kata Deon.

Sebelumnya, Hashim menyatakan bahwa Indonesia menerima tekanan internasional untuk menghentikan penggunaan batu bara. Namun ia menegaskan pemerintah memiliki caranya sendiri dan tidak akan menghentikan penggunaan energi fosil dalam waktu dekat.

“Tidak ada phase-out dari fossil fuels kita. Industri dan listrik Indonesia tetap memakai fossil fuels, seperti batubara dan gas alam,” ujar Hashim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Nyawa Melayang, Mengapa Status Bencana Nasional Masih Menggantung?

Ratusan Nyawa Melayang, Mengapa Status Bencana Nasional Masih Menggantung?

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 18:19 WIB

KPK Tak Paham Alasan Presiden Rehabilitasi Terdakwa Korupsi ASDP

KPK Tak Paham Alasan Presiden Rehabilitasi Terdakwa Korupsi ASDP

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 08:39 WIB

Tinjau Banjir Sumatera, Prabowo Bicara Status Bencana hingga Fungsi Pemerintah Jaga Lingkungan

Tinjau Banjir Sumatera, Prabowo Bicara Status Bencana hingga Fungsi Pemerintah Jaga Lingkungan

News | Senin, 01 Desember 2025 | 18:32 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×