Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga Perak Cetak Rekor 2025, Bagaimana 2026?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 10:06 WIB
Harga Perak Cetak Rekor 2025, Bagaimana 2026?
Ilustrasi perak

Suara.com - Harga perak (silver) mencatat kenaikan luar biasa sepanjang tahun 2025, menembus level-level historis di pasar global dan domestik.

Logam putih ini menjadi salah satu komoditas paling berperforma kuat, bahkan melampaui emas dalam imbal hasil tahunan, didorong oleh kombinasi permintaan industri yang kuat, sentimen aset aman, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.

Data komoditas menunjukkan bahwa harga perak internasional naik lebih dari 140% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu reli terbesar sejak 1979.

Spot silver diperdagangkan di atas $70 per ons pada Desember 2025, bahkan sempat menyentuh rekor intraday hingga sekitar $78–$81 per ons di beberapa sesi akhir tahun.

Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menembus angka Rp 44.265 per gram hari ini, meningkat di atas 150% sepanjang tahun sesuai data resmi perusahaan. 

Detail Tren Harga Sepanjang 2025

Awal Tahun

Harga perak memulai 2025 dari level yang relatif moderat, namun terus menguat secara bertahap sepanjang paruh pertama tahun.

Peningkatan permintaan industri, khususnya dari sektor energi terbarukan dan teknologi, membantu harga melewati level-level psikologis penting lebih awal. 

Pertengahan Tahun

Pada Juli 2025, perak mencapai titik puncak sementara sekitar $39,30 per ons (menurut data pasar), kemudian mengalami koreksi ringan pada Agustus sebelum mempertahankan tren bullish sampai akhir kuartal ketiga.

Kondisi ini mencerminkan ketahanan permintaan dalam sektor industri dan ketidakpastian di pasar keuangan global. Catatan: harga historis dikonfirmasi oleh data rujukan perdagangan LBMA dan COMEX. 

Puncak Kenaikan (Oktober–Desember)

Memasuki Oktober hingga Desember, harga perak semakin berlari cepat. Spot perak mencetak rekor baru di atas $51 per ons dan kemudian bertahan di atas $65–$70 per ons di tengah optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed serta sentimen geopolitik yang memicu permintaan aset lindung nilai. 

Pada pertengahan Desember, bull run berlanjut dengan silver mencapai lebih dari $75 per ons, mendorong momentum pasar sampai mendekati $80 per ons, hingga akhirnya terkoreksi tipis menjelang akhir tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Harga Emas Antam Catat Rekor Penurunan Terburuk Pada Akhir Tahun 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:44 WIB

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Catatan Akhir Tahun: Emas Jadi Primadona 2025

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:55 WIB

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:45 WIB

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:31 WIB