Pemerintah Mau Stop Kran Impor Gula, Spekulan Siap Ambil Untung

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:46 WIB
Pemerintah Mau Stop Kran Impor Gula, Spekulan Siap Ambil Untung
Ilustrasi- Gula pasir curah milik pedagang eceran di pasar tradisional di Kota Bandarlampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
baca 10 detik
  • Stop impor gula 2026 berisiko picu kelangkaan stok dan lonjakan harga di Juni-Juli.
  • Perbedaan data konsumsi antara pemerintah dan pakar buat cadangan gula riskan habis Mei.
  • Pemerintah diingatkan tak punya amunisi intervensi pasar jika spekulan tahan stok gula.

Suara.com - Rencana ambisius pemerintah untuk menutup kran impor gula konsumsi pada tahun 2026 mulai menuai kritik tajam. Para pakar mengingatkan adanya risiko besar berupa kelangkaan stok dan lonjakan harga di tengah masyarakat akibat perbedaan data konsumsi serta tantangan masa transisi produksi.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menyoroti bahwa keyakinan pemerintah yang merujuk pada Proyeksi Neraca Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bisa menjadi bumerang jika tidak dihitung dengan cermat.

“Merujuk Proyeksi Neraca Pangan Bapanas per 4 Desember 2025, stok akhir tahun tercatat sekitar 1.437.324 ton. Dengan konsumsi bulanan 234.082 ton, stok ini dianggap cukup untuk 6,1 bulan. Inilah dasar pemerintah menutup impor,” ujar Khudori, Jumat (2/1/2026).

Meski di atas kertas stok terlihat cukup, Khudori memperingatkan adanya celah berbahaya pada periode April hingga Juli 2026. Berdasarkan pola historis, produksi gula domestik baru akan melimpah pada bulan Juni, sementara pasokan pada April dan Mei biasanya sangat minim.

“Jika pemerintah bersikeras menutup impor, ada potensi gejolak harga di Juni–Juli. Gula produksi Juni butuh waktu untuk masuk pasar, sementara stok lama sudah menipis,” jelasnya.

Masalah kian rumit karena adanya disparitas data. Perhitungan versi Jurnal GULA menunjukkan angka konsumsi masyarakat jauh lebih tinggi dibandingkan versi pemerintah. Jika menggunakan data Jurnal GULA, stok awal 2026 sebesar 1.210.000 ton hanya akan bertahan hingga pekan ketiga Mei 2026.

“Sangat riskan jika tidak ada impor. Stok hanya cukup untuk 4,7 bulan. Pemerintah tidak akan punya 'amunisi' untuk intervensi jika spekulan mulai menahan stok,” tambah Khudori.

Tanpa cadangan pangan yang memadai melalui impor pelengkap, pemerintah dikhawatirkan kehilangan kendali atas pasar saat masa giling tebu baru dimulai. Risiko lonjakan harga akibat pasokan yang ketat di tingkat ritel dapat langsung memukul daya beli masyarakat.

Khudori menekankan bahwa semangat swasembada pangan adalah hal positif, namun harus realistis terhadap fakta di lapangan. “Jangan sampai karena terlalu bersemangat swasembada, keputusan tidak impor justru membawa petaka bagi konsumen,” pungkasnya.

baca juga

Hingga saat ini, pelaku industri dan masyarakat masih menanti kepastian langkah mitigasi dari kementerian terkait untuk menjamin stabilitas harga manisnya komoditas ini di meja makan rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius

Target Produksi Gula 3 Juta Ton Dinilai Ambisius

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:44 WIB

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:54 WIB

Awas! Ada 4 Bakteri Berbahaya di Bawang Bombai Ilegal

Awas! Ada 4 Bakteri Berbahaya di Bawang Bombai Ilegal

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 13:26 WIB

Terkini

5 Pompa Pendorong Shower yang Tidak Bising dan Watt Kecil

5 Pompa Pendorong Shower yang Tidak Bising dan Watt Kecil

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api

Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api

Bali | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar di Pemkab Tangerang Dilaporkan ke Kejari

Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar di Pemkab Tangerang Dilaporkan ke Kejari

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

DPR Resmi Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Inisiatif, Puan Tegaskan Komitmen Selesai 15 Desember

DPR Resmi Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Inisiatif, Puan Tegaskan Komitmen Selesai 15 Desember

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru

Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kim Hye Yoon Gabung Hwang Minhyun dalam Diskusi Bintangi Iseop's Romance

Kim Hye Yoon Gabung Hwang Minhyun dalam Diskusi Bintangi Iseop's Romance

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:30 WIB

KPK Pastikan Panggil Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus Suap HGB

KPK Pastikan Panggil Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus Suap HGB

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:29 WIB

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:24 WIB

×