Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:54 WIB
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. (Shutterstock)
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Jumat, 9 Januari 2026, didorong isu pasokan Venezuela dan Iran.
  • Kenaikan dipicu klaim kontrol AS atas minyak Venezuela serta kerusuhan sipil yang mengancam produksi energi.
  • Pasar fokus pada mekanisme penjualan cadangan minyak Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro oleh Donald Trump.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat 9 Januari 2026.

Penguatan harga dipicu spekulasi pasar terkait masa depan pasokan minyak Venezuela dan eskalasi kerusuhan di Iran, yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas produksi energi di wilayah tersebut.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 44 sen, atau 0,71 persen, menjadi 62,43 dolar AS per barel pada pukul 02.03 GMT atau 09.03 WIB, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 39 sen, atau 0,68 persen , menjadi 58,15 dolar AS.

Tercatat, setelah tertekan selama dua hari, harga minyak mentah Brent dan WTI kembali bangkit dengan lonjakan lebih dari 3 persen pada perdagangan Kamis 8 Januari.

Secara kumulatif, Brent mengalami kenaikan mingguan sebesar 2,7 persen, sementara WTI mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen pada periode yang sama.

Kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh eskalasi ketegangan, setelah penangkapan Nicolas Maduro atas perintah Presiden AS Donald Trump, yang dibarengi dengan klaim kontrol Washington atas industri minyak Venezuela.

Situasi pasar semakin memanas akibat kerusuhan sipil di Iran serta risiko perluasan konflik Rusia-Ukraina yang mulai mengancam stabilitas ekspor energi Rusia, sehingga memicu kekhawatiran serius akan kelangkaan pasokan global.

"Lonjakan harga terutama disebabkan oleh klaim Trump untuk mengendalikan ekspor minyak Venezuela, yang dapat menyebabkan kenaikan harga dari penjualan yang sebelumnya didiskon," kata Tina Teng, ahli strategi pasar di Moomoo ANZ.

Ilustrasi Chevron
Ilustrasi Chevron

Sejumlah perusahaan minyak seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura saat ini bersaing untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah AS.

Hal ini menyusul tuntutan akses penuh Trump terhadap sektor energi Venezuela serta rencana Washington untuk mengendalikan seluruh pendapatan minyak negara tersebut secara definitif.

Menurut dua orang sumber, perusahaan-perusahaan tersebut sedang memperdebatkan kesepakatan awal untuk memasarkan hingga 50 juta barel minyak, yang telah dikumpulkan oleh perusahaan minyak milik negara PDVSA di tengah embargo minyak yang ketat yang telah melibatkan penyitaan empat kapal tanker.

Tina Teng mengatakan, fokus pasar saat ini tertuju pada kepastian cara penjualan cadangan minyak Venezuela.

"Pasar akan fokus pada hasil dalam beberapa hari mendatang mengenai bagaimana minyak Venezuela yang tersimpan akan dijual dan dikirimkan. Kekhawatiran akan kelebihan pasokan dapat tetap menjadi masalah jika tidak ada pembatasan penjualan," jelasnya.

Sementara, kondisi di Iran semakin memanas dengan laporan pemadaman internet total secara nasional oleh NetBlocks di tengah gelombang unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha untuk tidak menimbun stok atau melakukan praktik spekulasi harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Harga Minyak Dunia Susut Imbas Perundingan Moscow Gagal

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:56 WIB

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Serangan Ukraina Tunda Perdamaian, Harga Minyak Dunia Menguat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:41 WIB

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Damai Rusia-Ukraina

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:37 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Tetap Kokoh di Pasar Asia

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:11 WIB

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Dunia Langsung Melesat 1 Persen

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 12:03 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Harga Minyak Dunia Stabil, Investor Pantau Negosiasi Damai Rusia-Ukraina dan Keputusan OPEC

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:48 WIB

Terkini

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB