Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 19 Januari 2026 | 17:13 WIB
Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Bimo Aria Fundrika/Suara.com)
  • Menperin optimistis industri manufaktur tetap tumbuh di atas 5 persen pada 2026, menjadi motor ekonomi meskipun ketidakpastian global.
  • Kebijakan manufaktur 2026 fokus pada penguatan nilai tambah domestik, pendalaman struktur, didukung investasi Rp 551,88 triliun.
  • Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) mendorong konektivitas hulu-hilir untuk mendukung prioritas pemerintah seperti kemandirian energi dan pangan.

Suara.com - Pemerintah menegaskan fondasi manufaktur tetap kuat untuk menjaga pertumbuhan dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional sepanjang 2026. Meskipun, di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut industri manufaktur masih menjadi motor penggerak perekonomian. Ia optimistis, kinerja sektor ini bisa terus dijaga di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.

"Industri manufaktur tetap tumbuh di atas 5 persen dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Kami optimistis kinerja ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan sepanjang tahun 2026," ujar Agus kepada wartawan, Senin (19/1/2025).

Ilustrasi industri manufaktur. (Dokumentasi: Grand Kartech)
Ilustrasi industri manufaktur. (Dokumentasi: Grand Kartech)

Agus menjelaskan, arah kebijakan industri manufaktur pada 2026 tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan. Fokusnya mencakup penguatan nilai tambah di dalam negeri, pendalaman struktur industri, hingga optimalisasi keterkaitan antarsektor.

Pada 2026, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas ditargetkan mencapai 5,51 persen. Target tersebut sekaligus menegaskan peran strategis industri manufaktur sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perindustrian memproyeksikan kapasitas produksi industri nasional pada 2026 akan semakin menguat. Berdasarkan data per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan industri yang melaporkan tahap pembangunan pada 2025 dan direncanakan mulai berproduksi pertama kali pada 2026.

Rencana produksi dari ribuan perusahaan tersebut diperkirakan menyerap 218.892 tenaga kerja. Dari sisi investasi, sektor industri pengolahan nonmigas tercatat mencapai Rp 551,88 triliun, dengan nilai investasi di luar tanah dan bangunan sebesar Rp 444,25 triliun.

"Kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan industri, memperkuat struktur manufaktur, serta menciptakan lapangan kerja baru," ucap Agus.

Selain menambah kapasitas produksi, Kemenperin juga mendorong percepatan industrialisasi, transformasi industri 4.0, serta penguatan industri hulu hingga hilir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan efisiensi rantai produksi nasional.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan industri manufaktur nasional pada 2026 diperkirakan masih ditopang oleh pasar domestik sekitar 80 persen, sementara kontribusi pasar ekspor sekitar 20 persen.

Untuk memperkuat pasar domestik, Kemenperin menyiapkan sejumlah kebijakan. Di antaranya penguatan substitusi impor dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), optimalisasi belanja pemerintah dan BUMN untuk produk dalam negeri, serta penguatan IKM agar terhubung ke rantai pasok industri nasional.

"Kami memastikan produk industri dalam negeri menjadi tuan rumah di pasar domestik. Penguatan pasar dalam negeri menjadi jangkar utama pertumbuhan industri manufaktur," ungkap Agus.

Kemenperin memprediksi beberapa subsektor akan mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan di pasar domestik. Industri logam dasar diproyeksikan tumbuh tinggi seiring berlanjutnya proyek infrastruktur dan hilirisasi industri, sementara industri makanan dan minuman tetap menjadi kontributor terbesar PDB manufaktur karena kebutuhan pokok dan besarnya jumlah penduduk.

Selain itu, sektor industri kimia, farmasi, dan obat juga diperkirakan tumbuh tinggi. Permintaan domestik untuk produk kesehatan dan bahan kimia industri dinilai terus meningkat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran kesehatan pascapandemi serta pertumbuhan industri turunan.

Sementara untuk pasar ekspor, Kemenperin menargetkan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas pada 2026 mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional. Target itu tercantum dalam Rencana Strategis Kemenperin 2025–2029.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM

Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:33 WIB

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:33 WIB

Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri

Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 12:33 WIB

Terkini

Asing Lepas Saham Perbankan Triliunan Rupiah Hingga Sesi I, BBCA Paling Banyak

Asing Lepas Saham Perbankan Triliunan Rupiah Hingga Sesi I, BBCA Paling Banyak

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:41 WIB

Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%

Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:08 WIB

Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas

Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:07 WIB

Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan

Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:58 WIB

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB