Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Menangis di DPR, Dirut PLN Ungkap Dahsyatnya Kerusakan Infrastruktur Listrik di Aceh

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 21 Januari 2026 | 20:19 WIB
Menangis di DPR, Dirut PLN Ungkap Dahsyatnya Kerusakan Infrastruktur Listrik di Aceh
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di daerah pedalaman pascabencana banjir bandang di Lokop, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). PT PLN mengerahkan 1.600 personil untuk melakukan pemulihan jaringan di 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Provinsi Aceh. [Antara]
baca 10 detik
  • Dirut PLN Darmawan Prasodjo menangis saat rapat DPR pada 21 Januari 2026 mengenai pemulihan kelistrikan pascabencana Sumatera.
  • Kerusakan infrastruktur PLN di Aceh sangat masif; pemulihan total di Sumbar 100%, Sumut 99,97% per Desember 2025.
  • PLN akan menyusun contingency master plan baru dan membangun dashboard digital untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.

Suara.com - Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menangis saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Dengan suara yang serak Darmawan menceritakan tantangan yang mereka hadapi dalam proses pemulihan jaringan listrik wilayah terdampak bencana, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Awalnya, Darmawan memaparkan dampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu terhadap jaringan kelistrikan PLN di tiga wilayah tersebut. Ia secara khusus menyoroti kerusakan infrastruktur kelistrikan di Aceh, yang dia nilai sangat dahsyat.

"Dampaknya dalam hal ini, baik itu ke pembangkit kami, baik itu ke tower-tower kami, baik itu ke gardu induk kami, baik itu ke tiang listrik yang di pinggir jalan, baik itu ke instalasi di rumah. Sehingga ini dampaknya sangat masif," kata Darmawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu (21/1/2026).

Namun demikian, perlahan PLN mulai memulihkan sistem jaringan listrik yang sebelumnya terdampak. Untuk Sumatera Utara, kata Darmawan, sudah pulih 99,97 persen, karena masih ada dua desa yang terputus jaringan listrik. Sementara untuk Sumatera Barat, sejak 23 Desember 2025 telah pulih 100 persen.

Untuk Aceh, kata Darmawan membutuhkan penanganan khusus, karena kerusakannya di luar dugaan PLN.

"Kerusakannya betul-betul kerusakan dalam ukuran skala yang belum pernah kami hadapi sebelumnya. Pertama adalah adanya tower-tower transmisi kami yang roboh antara Bireun - Arun" kata Darmawan.

Selain itu juga terdapat kerusakan lain, seperti 24 tower yang terdampak dan membutuhkan penanganan segera. Untuk berbagai cara dilakukan PLN, seperti penggunaan pesawat TNI AU untuk mengangkat sejumlah peralatan dan bahan material lainnya.

Dengan suara serak, dan mata-mata berkaca-kaca Darmawan mengakui penanganan bencana di Aceh menjadi pembelajaran bagi PLN.

"Dan pertama kali kami merasakan bahwa kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan Alam. Tim kami memberikan yang terbaik di luar batas kemampuan kemanusiaan. Dan kami mengakui bahwa ini adalah perubahan besar bagaimana kami menyikapi keandalan dari sistem kelistrikan," ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut Darmawan juga menjelaskan langkah jangka pendek yang telah dilakukan PLN dalam pemulihan listrik pascabencana di Sumatera, antara lain pembangunan tower emergency.

“Tadinya satu jalur, kami bangun menjadi tower emergency dua jalur. Ke depan perlu tower permanen sehingga ada tiga jalur,” ujarnya.

Darmawan menekankan bahwa bencana ini mengubah standar keamanan sistem kelistrikan. Jika sebelumnya gardu induk dianggap aman dari banjir, kali ini untuk pertama kalinya gardu induk PLN terendam lumpur.

“Misalnya area 10x10 meter dengan lumpur setinggi 1 meter berarti 150 ton lumpur. Evakuasi arena 10x10 membutuhkan peralatan khusus, yang saat itu kami akui tidak punya. Kami terpaksa mengerahkan pasukan PLN, dibantu rakyat, TNI, dan Polri,” katanya.

Darmawan menambahkan PLN akan mulai menyiapkan contingency master plan baru yang komprehensif dalam menghadapi bencana. Ia mencontohkan jaringan kelistrikan di Aceh dan Sumatera yang awalnya dianggap aman ternyata menjadi doomsday scenario, di mana transmisi backbone Sumatera terputus ke sistem Aceh.

“Kami tidak pernah memikirkan ribuan gardu distribusi terendam lumpur. Kami tidak pernah memikirkan ribuan tiang listrik tenaga tegangan rendah kami akan ambruk. Kami tidak pernah terpikirkan bagaimana setelah listrik menyala pun kami tidak bisa menyalakan rumah pelanggan kami,” ujar dia.

Ia menyatakan PLN akan melakukan brainstorming ulang dan menggeser kriteria yang selama ini digunakan, dengan tujuan memfinalisasi contingency master plan untuk penanganan bencana.

Rencana tersebut mencakup penguatan keandalan sistem kelistrikan, dari standar lama yang dianggap aman menjadi standar baru yang lebih sesuai dengan kondisi terkini. Perusahaan juga menyiapkan rancangan proses bisnis baru, termasuk mekanisme pengambilan keputusan terkait tingkat kerusakan akibat bencana.

Kemudian, perusahaan juga akan menyusun peta jalan pemulihan secara mendalam dan komprehensif, namun tetap ditargetkan berlangsung dalam waktu yang cepat, sehingga penanganan dapat lebih presisi dan efektif.

Ia menambahkan PLN juga akan mulai membangun dashboard digital untuk memantau titik gangguan. Ia mencontohkan jika saat tsunami Aceh hanya ada 8 titik yang bisa dicatat manual, kini jumlah titik gangguan mencapai hampir seribu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Kami harus membangun sistem digital penanganan bencana yang bisa melakukan monitoring secara kontinu, dan juga mendeteksi progres di lapangan, apa yang menjadi tantangan ... sehingga proses pemulihannya bisa berjalan dengan cepat," tuturnya.

Darmawan menegaskan pengalaman di Sumatera akan menjadi acuan bagi PLN untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, dan Madura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra

Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:26 WIB

PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala

PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 20:20 WIB

PLN EPI Manfaatkan Limbah Aren dan Kayu Jadi Biomassa

PLN EPI Manfaatkan Limbah Aren dan Kayu Jadi Biomassa

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:27 WIB

Terkendala Longsor, 2.370 Pelanggan PLN di Sumut Belum Bisa Kembali Nikmati Listrik

Terkendala Longsor, 2.370 Pelanggan PLN di Sumut Belum Bisa Kembali Nikmati Listrik

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 21:16 WIB

PLN Sebut Listrik di Aceh Kembali Normal, Akses Rumah Warga Mulai Disalurkan

PLN Sebut Listrik di Aceh Kembali Normal, Akses Rumah Warga Mulai Disalurkan

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 15:49 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×