Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:54 WIB
Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Jumat, 23 Januari 2026, dipicu ancaman militer AS terhadap Iran.
  • Kenaikan harga terjadi setelah Presiden Trump mengumumkan pengiriman "armada" militer AS ke kawasan Timur Tengah.
  • Tekanan harga minyak sebelumnya juga dipengaruhi kenaikan stok minyak mentah AS yang dilaporkan EIA.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali merangkak naik pada perdagangan Jumat 23 Januari 2026, setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, salah satu produsen utama minyak di Timur Tengah.

Langkah ini memicu kekhawatiran pasar akan adanya aksi militer yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Maret naik 35 sen, atau 0,55 persen, menjadi 64,41 dolar AS per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 33 sen, atau 0,56 persen, menjadi 59,69 dolar AS per barel pada pukul 02.43 GMT atau 09.43 WIB.

Kedua kontrak minyak tersebut sempat anjlok sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis. Namun, harga kembali menguat setelah Trump memberikan pernyataan kepada awak media di pesawat Air Force One.

Ia menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan sebuah "armada" militer menuju Iran, meskipun ia berharap kekuatan tersebut tidak perlu digunakan.

Pernyataan ini muncul seiring dengan peringatan keras yang kembali ditegaskan Trump kepada Teheran agar tidak melakukan tindakan represif terhadap pengunjuk rasa maupun menghidupkan kembali program nuklirnya.

Ilustrasi perang Iran. [Ist]
Ilustrasi perang Iran. [Ist]

Seorang pejabat AS menyatakan kapal perang, yang terdiri dari kapal induk dan kapal perusak rudal kendali, dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.

Kehadiran militer ini menjadi sorotan pasar mengingat Iran merupakan produsen terbesar keempat di OPEC sekaligus eksportir utama bagi China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Secara kumulatif, kontrak Brent dan WTI diproyeksikan mencatat kenaikan mingguan sekitar 0,6 persen.

Pergerakan harga pekan ini diwarnai fluktuasi, sempat melonjak di awal pekan akibat ancaman Trump untuk menginvasi Greenland yang berisiko mengguncang aliansi transatlantik, namun kemudian terkoreksi pada hari Kamis setelah Trump membatalkan rencana aksi militer tersebut.

Trump menarik kembali pernyataannya setelah mengatakan bahwa Denmark, yang mengendalikan pulau Arktik tersebut, NATO, dan AS telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan "akses penuh" ke Greenland

Di sisi lain, harga minyak juga mengalami tekanan pada Kamis menyusul laporan data pemerintah yang menunjukkan adanya peningkatan stok minyak di Amerika Serikat—sebagai konsumen minyak terbesar dunia—di tengah lesunya permintaan bahan bakar.

Laporan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dirilis Kamis menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah naik hingga 3,6 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari.

Angka ini jauh melampaui prediksi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan hanya sebesar 1,1 juta barel.

Lonjakan ini juga melampaui data yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) pada Rabu, yang mencatat penambahan stok sebanyak 3 juta barel.

Sebagai catatan, kedua lembaga tersebut merilis laporan satu hari lebih lambat dari jadwal biasanya dikarenakan hari libur nasional Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat pada hari Senin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 06:56 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 15:08 WIB

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 10:38 WIB

Trump Kudeta Venezuela, Harga Minyak Dunia Bisa Melejit?

Trump Kudeta Venezuela, Harga Minyak Dunia Bisa Melejit?

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 18:27 WIB

Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 10:46 WIB

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 19:03 WIB

Terkini

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:32 WIB

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:04 WIB

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:47 WIB

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:07 WIB

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB