Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?

M Nurhadi | Suara.com

Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:08 WIB
Trump Tetapkan Tarif Baru 10 Persen Usai Kesepakatan RI-AS, Indonesia Rugi?
Donald Trump [The White House]
  • Presiden Trump memberlakukan tarif global 10% seketika pada Jumat malam, sebagai tanggapan putusan MA sebelumnya dianggap ilegal.
  • Kebijakan tarif baru ini menggunakan dasar hukum Section 122, berlaku maksimal 150 hari kecuali diperpanjang oleh Kongres AS.
  • Pengumuman ini menciptakan ketidakpastian bagi Indonesia yang baru saja sepakat penurunan tarif ekspor menjadi 19%.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mendadak menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif global sebesar 10%.

Dilansir BBC, langkah ini diambil sebagai respons langsung atas putusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa kebijakan tarif darurat sebelumnya ilegal.

Penetapan tarif tambahan ini menciptakan ketidakpastian besar bagi mitra dagang AS, termasuk Indonesia, yang baru saja menyelesaikan negosiasi panjang untuk menurunkan bea masuk produk domestik ke pasar Amerika.

Melalui akun media sosialnya pada Jumat (20/02) malam waktu setempat, Trump mengonfirmasi pemberlakuan tarif 10% tersebut untuk semua negara.

"Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk baru saja menandatangani Tarif Global 10% untuk seluruh negara yang akan berlaku efektif hampir seketika," tulisnya.

Kebijakan ini diambil Trump menggunakan payung hukum Section 122. Namun, sesuai aturan, tarif ini hanya dapat berlaku selama maksimal 150 hari kecuali mendapatkan restu perpanjangan dari Kongres AS.

Trump juga melontarkan kritik tajam kepada para hakim Mahkamah Agung yang membatalkan tarif sebelumnya, menyebut mereka sebagai "aib bagi bangsa."

Nasib Kesepakatan Dagang Indonesia-AS: Harapan di Tengah Ketidakpastian

Ironisnya, pengumuman Trump muncul tepat setelah Pemerintah Indonesia dan AS menyepakati penurunan tarif barang asal Indonesia menjadi 19% dari semula 32%.

Kesepakatan strategis ini diteken oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, pada Jumat (20/02) pagi WIB.

Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berhasil mengamankan tarif hingga 0% untuk sekitar 1.819 pos tarif produk unggulan, termasuk:

  • Komoditas Utama: Minyak sawit, kopi, dan kakao.
  • Sektor Industri: Elektronik, semikonduktor, tekstil, dan suku cadang pesawat.

Sebagai imbal balik, Indonesia berkomitmen menghapus hambatan tarif pada lebih dari 99% produk AS di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga otomotif.

Selain itu, Indonesia menyetujui pembelian komoditas energi senilai US$15 miliar, pesawat Boeing US$13,5 miliar, serta produk pertanian senilai US$4,5 miliar.

Kerja sama ini juga mencakup 11 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai total mencapai US$38,4 miliar (sekitar Rp648 triliun). Salah satu poin krusial adalah perpanjangan izin tambang Freeport-McMoRan di Grasberg, Papua.

Berdasarkan penelusuran Redaksi terhadap dokumen terkait, setidaknya ditemukan 214 frasa "Indonesia shall" dan hanya 9 frasa "United States shall", yang berarti ada lebih banyak kewajiban yang ditanggungkan kepada Indonesia daripada AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Apresiasi Rencana Indonesia Kirim Pasukan Ke Gaza

Donald Trump Apresiasi Rencana Indonesia Kirim Pasukan Ke Gaza

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:25 WIB

Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global

Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 23:12 WIB

Setelah Kesepakatan Dagang, Produk AS Bakal Banjiri Pasar RI

Setelah Kesepakatan Dagang, Produk AS Bakal Banjiri Pasar RI

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 06:50 WIB

Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya

Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:44 WIB

Ekonom Nilai Indonesia Rugi Banyak dari Kesepakatan Dagang dengan AS

Ekonom Nilai Indonesia Rugi Banyak dari Kesepakatan Dagang dengan AS

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:16 WIB

RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing

RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:59 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:41 WIB