Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:09 WIB
Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun
Donald Trump [The White House]
  • Sebanyak 22 Senator Demokrat mengajukan RUU mewajibkan pengembalian tarif yang dibatalkan MA, termasuk bunga, dalam 180 hari.
  • RUU tersebut menginstruksikan CBP memprioritaskan pengembalian dana tarif ilegal kepada pelaku usaha kecil dan menengah di AS.
  • Diperkirakan total potensi pengembalian dana tarif IEEPA yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung mencapai US$175 miliar.

Suara.com - Gelombang perlawanan politik terhadap kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump semakin menguat di Washington.

Sebanyak 22 Senator dari Partai Demokrat resmi mengajukan rancangan undang-undang (RUU) pada Senin (23/2/2026), yang mewajibkan pemerintah untuk mengembalikan seluruh pendapatan dari tarif yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

RUU tersebut menuntut agar pemerintahan Trump memberikan pengembalian dana secara penuh, termasuk bunga, dalam jangka waktu maksimal 180 hari.

Menariknya, regulasi ini menginstruksikan lembaga Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) untuk memprioritaskan pengembalian dana bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Meskipun Mahkamah Agung AS telah membatalkan tarif luas yang diberlakukan di bawah International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) pada Jumat lalu, lembaga yudikatif tertinggi tersebut tidak memberikan instruksi spesifik mengenai mekanisme pengembalian dana.

Kasus ini justru dikembalikan ke pengadilan perdagangan yang lebih rendah untuk menentukan langkah selanjutnya.

Senator Demokrat berargumen bahwa ketidakpastian ini merugikan ekonomi. Oleh karena itu, RUU mereka mewajibkan CBP mengembalikan seluruh tarif yang dianggap ilegal, bahkan jika proses bea masuk tersebut sudah dinyatakan selesai atau "dilikuidasi" oleh petugas di pelabuhan.

Besarnya dana yang harus dikembalikan oleh pemerintah AS mencapai angka yang sangat signifikan. Berikut adalah fakta-fakta ekonomi berdasarkan data terbaru:

  1. Total Potensi Pengembalian: Ekonom dari Penn-Wharton Budget Model memperkirakan ada lebih dari US$175 miliar (sekitar Rp2.744 triliun) pendapatan tarif IEEPA yang kini berpotensi harus dikembalikan.
  2. Pendapatan Harian: Model prakiraan menunjukkan bahwa tarif berbasis IEEPA tersebut sebelumnya menghasilkan pendapatan kotor lebih dari US$500 juta (sekitar Rp7,8 triliun) per hari.
  3. Batas Waktu Penghentian: CBP dijadwalkan secara resmi menghentikan pemungutan tarif IEEPA yang kini ilegal tersebut pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 00:01 waktu setempat.

Pertarungan Politik di Kongres

RUU ini didukung oleh tokoh-tokoh kuat Demokrat, termasuk Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Senator Ron Wyden.

"Langkah pertama yang krusial adalah membantu rakyat yang paling membutuhkan dengan mengembalikan uang ke kantong pengusaha kecil dan produsen sesegera mungkin," tegas Wyden.

Namun, jalan menuju pengesahan RUU ini diprediksi akan terjal:

  • Sikap Republik: Juru bicara Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, John Thune, menolak berkomentar apakah RUU ini akan dipertimbangkan.
  • Respon DPR: Ketua DPR AS, Mike Johnson (Republik), mengindikasikan bahwa DPR yang dikuasai Republik tidak akan ikut campur dalam urusan pengembalian dana dan menyerahkan sepenuhnya kepada Gedung Putih.
  • Pernyataan Pemerintah: Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa pemerintah akan mengikuti keputusan pengadilan rendah terkait pengembalian dana, namun proses tersebut bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait tekanan legislatif dari pihak Demokrat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Ancam Naikkan Tarif "Lebih Kejam" Pasca Putusan MA, Pasar Terguncang

Trump Ancam Naikkan Tarif "Lebih Kejam" Pasca Putusan MA, Pasar Terguncang

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:59 WIB

MUI: Kalau Barang Amerika Masuk Tanpa Label Halal Jangan Dibeli!

MUI: Kalau Barang Amerika Masuk Tanpa Label Halal Jangan Dibeli!

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 19:10 WIB

Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang

Sengkarut Tarif Impor AS, RI Diminta Tarik Rem Darurat Soal Perjanjian Dagang

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 16:05 WIB

Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802

Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 15:43 WIB

Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri

Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 13:28 WIB

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB