- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi 2,70% menjadi Rp286 pada Selasa (24/2/2026) meski diserbu asing.
- Investor asing mencatatkan beli bersih 185,45 juta saham pada sesi pertama perdagangan hari tersebut.
- Penurunan harga membuat saham BUMI menembus level support kedua yang diprediksi analis, yaitu Rp287.
Suara.com - Pergerakan saham raksasa batubara kolaborasi Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menunjukkan anomali pada perdagangan Selasa (24/2/2026).
Meskipun terpantau diserbu oleh investor mancanegara, harga saham BUMI justru mengalami koreksi pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Berdasarkan data pasar hingga pukul 13.45 WIB, saham BUMI terparkir di level Rp286 per lembar. Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 2,70 persen jika dibandingkan dengan harga pembukaan pasar.
Fakta menarik terjadi pada komposisi pembeli. Berdasarkan data Stockbit, BUMI menempati urutan teratas saham yang paling banyak dikoleksi asing dari sisi volume pada jeda siang ini.
- Net Buy Asing: Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar 185.455.300 saham.
- Volume Transaksi: Sebanyak 2,67 miliar saham telah berpindah tangan dengan frekuensi mencapai 63,46 ribu kali.
- Nilai Transaksi: Total nilai perdagangan pada sesi I menembus angka Rp775,8 miliar.
Kondisi ini berbalik arah dari performa Senin (23/2/2026), di mana investor asing justru melakukan aksi lepas saham (net sell) hingga mencapai Rp114,8 miliar pada emiten ini.
Analisis Teknikal: Menembus Level Support
Penurunan harga BUMI hari ini terpantau cukup agresif sejak awal pembukaan. Pada pukul 10.01 WIB, saham ini sempat menyentuh level minus 3,38 persen akibat tekanan jual yang masif di pasar reguler.
Anjloknya harga ini membuat BUMI melewati level pertahanan yang diprediksi oleh para analis. Sebelumnya, CGS International Sekuritas menetapkan titik support pertama pada level 291 dan support kedua di posisi 287.
Dengan harga saat ini di Rp286, saham BUMI telah menembus batas pertahanan kedua tersebut.
Baca Juga: Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
Meski fluktuasi harian tergolong tinggi, sejumlah sekuritas masih memberikan pandangan positif terhadap kinerja emiten ini.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data real-time bursa per 24 Februari 2026. Pergerakan harga saham bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh mekanisme pasar.