Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Perkuat Ekosistem Trading, Perusahaan Broker Global Tempuh Jalan Transformasi

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:55 WIB
Perkuat Ekosistem Trading, Perusahaan Broker Global Tempuh Jalan Transformasi
Ilustrasi Saham. (Pixabay)
baca 10 detik
  • Elev8 resmi meluncur guna kurangi ketergantungan dan perkuat identitas mandiri di pasar global.
  • Didukung infrastruktur matang, Elev8 kini melayani 18 juta klien di lebih dari 100 negara.
  • Brand baru ini prioritaskan solusi analitis dan edukasi untuk optimalkan potensi trader.

Suara.com - Industri FinTech global kembali kedatangan pemain baru. Elev8, brand broker yang baru saja diperkenalkan ke publik, secara resmi mengumumkan langkah strategisnya untuk beroperasi secara independen.

Mengutip laporan Finance Feeds, peluncuran ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan manuver besar untuk memperkuat ekosistem perdagangan digital.

Keputusan perusahaan di balik Elev8 untuk melahirkan brand baru ini didasari oleh keinginan kuat untuk mengurangi ketergantungan, meningkatkan keandalan, serta membuka peluang pertumbuhan yang lebih masif di masa depan.

Di dunia keuangan digital, kepercayaan tidak bisa dibangun dalam semalam. Elev8 menyadari betul hal tersebut. Meski tampil dengan identitas baru, Elev8 berdiri di atas fondasi teknologi yang sudah teruji selama bertahun-tahun.

"Keandalan dan keahlian yang teruji waktu adalah keunggulan utama dalam FinTech," tulis tim di balik Elev8. Mereka memanfaatkan infrastruktur perangkat lunak trading yang canggih serta pendekatan mendalam pada user journey untuk memastikan transisi yang mulus bagi para klien.

Elev8 tidak datang sebagai pemain amatir. Saat ini, broker tersebut tercatat telah melayani 18 juta klien yang tersebar di lebih dari 100 negara. Dengan dukungan lisensi dari Mauritius dan Komoro, skala kehadiran global ini membuktikan bahwa Elev8 memiliki model bisnis yang sangat stabil.

Langkah paling krusial dari peluncuran ini adalah keputusan untuk mengakhiri perjanjian berbagi brand (brand sharing). Sebelumnya, perusahaan menggunakan identitas yang sama dengan beberapa entitas lain. Kini, dengan mengusung nama Elev8, mereka memiliki kendali penuh atas visi dan pengembangan produknya.

Fokus utama Elev8 ke depan adalah memperkuat ekosistem khusus bagi para trader, yang mencakup sumber daya analitis yang mendalam, program edukatif bagi investor dan layanan pelanggan yang responsif.

Dengan identitas mandiri ini, Elev8 berada di posisi strategis untuk menjadi nama besar baru yang diperhitungkan di sektor broker internasional.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau

IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:11 WIB

IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi

IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:12 WIB

Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot

Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

×