Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Update CPNS: 160 Ribu ASN Pensiun, Cek 10 Formasi Sepi Peminat

M Nurhadi

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:00 WIB
Update CPNS: 160 Ribu ASN Pensiun, Cek 10 Formasi Sepi Peminat
Ilustrasi tahapan seleksi CPNS 2023 yang perlu dilalui para peserta. (www.menpan.go.id)

Suara.com - Kabar pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 mulai berembus kencang. Hal ini menyusul pernyataan terbaru dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, yang menyoroti besarnya jumlah aparatur negara yang memasuki masa purnatugas.

Dalam keterangannya, Rini mengungkapkan fakta bahwa terdapat sekitar 160.000 ASN yang telah resmi pensiun sepanjang tahun 2025 lalu.

Kekosongan kursi dalam jumlah masif ini tentu memerlukan regenerasi segera guna menjaga ritme birokrasi tetap stabil.

Meski pemerintah belum mengetuk palu mengenai tanggal pasti pembukaan pendaftaran CPNS 2026, sinyal ini menjadi alarm bagi para lulusan baru (fresh graduate) untuk segera bersiap.

Saat ini, Kementerian PAN-RB tengah berada dalam fase krusial, yakni meminta setiap kementerian dan lembaga (K/L) untuk melakukan pemetaan kebutuhan secara mendetail.

Banyak pelamar CPNS seringkali terjebak pada instansi-instansi "populer" yang jumlah pendaftarnya mencapai ratusan ribu orang.

Padahal, jika Anda cukup jeli melihat data histori pendaftaran terdahulu, terdapat sejumlah formasi strategis yang justru minim pelamar. Memilih formasi ini bisa menjadi langkah taktis bagi Anda yang ingin meningkatkan peluang lolos.

Berikut adalah daftar 10 formasi CPNS yang berdasarkan histori pendaftaran seringkali memiliki minat paling sedikit:

1. Sekretariat Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

baca juga

Instansi ini secara konsisten berada di urutan terbawah dalam hal jumlah pendaftar. Penyebab utamanya adalah kualifikasi pendidikan yang sangat spesifik, biasanya berkaitan erat dengan hukum internasional dan HAM.

Selain itu, porsi formasi yang dibuka relatif kecil, sehingga banyak pelamar yang merasa minder sebelum mencoba. Padahal, bagi lulusan hukum atau ilmu sosial, ini adalah celah besar karena persaingan per kuota sangat minim.

2. Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (Setjen MPR)

Sebagai lembaga tinggi negara, Setjen MPR seringkali luput dari radar generasi muda dibandingkan kementerian teknis. Karakteristik kerja yang kental dengan protokol kenegaraan dan administrasi legislatif, ditambah persyaratan administrasi yang ketat, membuat jumlah pendaftar di sini cenderung rendah.

Bagi Anda yang memiliki latar belakang administrasi publik atau politik, instansi ini menawarkan kestabilan karier dengan rasio keketatan yang rendah.

3. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)

Meski berstatus kementerian koordinator, Kemenko PMK menuntut standar akademik yang cukup tinggi. Filter alami seperti syarat nilai IPK dan kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata seringkali mengurangi jumlah pendaftar.

Namun, bekerja di kementerian koordinator memberikan pengalaman strategis yang luas karena bersentuhan langsung dengan kebijakan lintas kementerian.

4. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)

Instansi ini sering masuk dalam daftar pelamar paling sedikit karena dominasi formasi untuk tenaga ahli di bidang kelautan, teknik perkapalan, dan hukum investasi internasional.

Selain itu, penempatan yang difokuskan pada pengawasan proyek strategis di berbagai daerah terpencil untuk tahun 2026 juga menjadi alasan mengapa pelamar berpikir dua kali untuk mendaftar.

5. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (KY)

Bagi sarjana hukum, Komisi Yudisial adalah tempat yang tepat jika ingin menghindari kepadatan pelamar di Mahkamah Agung. Fokus tugas pada pengawasan hakim membutuhkan individu dengan integritas tinggi dan pemahaman hukum acara yang mendalam. Kurangnya publikasi mengenai kesejahteraan dan jenjang karier membuat instansi ini sering terlewati oleh pelamar.

6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

BPIP masih mencari bentuk popularitasnya di mata pencari kerja. Fokus kerja yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai ideologi dianggap kurang "menantang" bagi pelamar yang lebih menyukai bidang teknis. Padahal, dengan pendaftar yang sedikit, peluang Anda untuk melaju ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menjadi jauh lebih besar.

7. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)

Tantangan utama dari BNPP adalah lokasi penempatan di pelosok Indonesia hingga kawasan IKN.

Jika Anda siap ditempatkan di perbatasan, BNPP adalah peluang emas.

8. Sekretariat Jenderal Komnas Perempuan

Serupa dengan Komnas HAM, lembaga ini membutuhkan spesialisasi tajam di bidang gender dan perlindungan sosial. Niche yang sempit ini membuat pelamar umum tidak bisa masuk sembarangan.

Bagi pemilik portofolio di bidang studi gender atau psikologi sosial, instansi ini hampir selalu memiliki rasio pelamar yang sangat rendah.

9. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Bekerja di BNPT membutuhkan ketahanan mental dan latar belakang keamanan atau intelijen. Proses seleksi yang melibatkan security clearance tambahan sering dianggap rumit oleh pelamar.

Namun, bagi lulusan kriminologi atau sosiologi, BNPT merupakan instansi strategis dengan saingan yang relatif mudah dihitung jari.

10. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Meskipun terdengar mentereng, kementerian ini sering sepi peminat pada jabatan analis data investasi. Tingginya standar penguasaan bahasa asing (TOEFL/IELTS) dan kemampuan analisis ekonomi makro membuat instansi ini hanya diserbu oleh segelintir lulusan ekonomi atau hubungan internasional yang benar-benar kompeten.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran

Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran

Foto | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:25 WIB

Cara Hitung THR PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Ini regulasinya

Cara Hitung THR PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Ini regulasinya

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 15:33 WIB

Seskab Teddy: THR ASN dan TNI-Polri Cair 100 Persen, Swasta Dilarang Mencicil

Seskab Teddy: THR ASN dan TNI-Polri Cair 100 Persen, Swasta Dilarang Mencicil

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:23 WIB

Gaji 13 2026 Kapan Cair? Ini Jadwalnya dari Menko Perekonomian

Gaji 13 2026 Kapan Cair? Ini Jadwalnya dari Menko Perekonomian

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:48 WIB

PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya

PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:22 WIB

Anggaran Naik 10 Persen, THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Jadwalnya Menurut Menteri Airlangga

Anggaran Naik 10 Persen, THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Jadwalnya Menurut Menteri Airlangga

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:14 WIB

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:11 WIB

Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang

Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang

Sumsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:10 WIB

×