- Pemerintah berencana membangun 1.000 unit rumah susun di lahan PT KAI kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara.
- PT Astra International akan mendanai seluruh proyek hunian tersebut melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
- Pembangunan ditargetkan segera dimulai untuk mempercepat penyediaan hunian perkotaan dengan status kepemilikan lahan tetap milik negara.
Suara.com - Sebanyak 1.000 unit rumah susun (rusun) akan dibangun di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara.
Pengerjaan proyek ini akan menggunakan skema pembiayaan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait alias Ara, menyampaikan, rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Nantinya, proyek ini akan ditanggung oleh PT Astra International.
Setiap unit rusun direncanakan memiliki luas sekitar 35 meter persegi dan dilengkapi satu kamar mandi. Pembangunan akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dari negara telah dikonfirmasi.
“Ya, dalam kunjungan kerja hari ini, ada kepastian, ada 1.000 rusun yang dibangun oleh Astra, ya, dan itu akan di tanah kereta api. Lokasinya kami akan menunggu daripada Pak Doni dan juga Dirut Kereta Api,” katanya saat meninjau lokasi, Minggu (5/4/2026).
Ia menyebut, langkah ini menjadi contoh percepatan kerja pemerintah yang langsung menghasilkan keputusan konkret di lapangan.
![Ilustrasi Rumah Susun (Rusun). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/19/76962-rusun-bidara-cina-rumah-susun-bidara-cina-ilustrasi-rusun.jpg)
“Ini salah satu contoh kunjungan kerja sesuai arahan Presiden Prabowo, kita bekerja dengan cepat buat rakyat. Kita datang hari ini dan langsung sudah ada yang menyiapkan lahan. Ada Ketua Badan Pengaturan BUMN, sudah ada yang memberikan, ya, memberikan CSR untuk siap membangun,” ucapnya.
Ara menambahkan, pembangunan ditargetkan dapat dimulai dalam waktu dekat. Untuk penyelesaian proyek, pihak Astra memperkirakan dapat rampung dalam tahun berjalan.
Program pembangunan ini merupakan bagian dari skema yang tengah disiapkan pemerintah, di mana tanah tetap dimiliki negara, sementara pembangunan dilakukan oleh pihak swasta melalui pembiayaan CSR.
Ara juga menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan aturan terkait rumah susun subsidi yang memungkinkan berbagai pihak terlibat dalam pembangunan.
“Nah, kita sedang survei, kita siapkan aturan juga, aturan soal rumah susun subsidi. Dan juga kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” pungkasnya.