Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
Kondisi geopolitik di Iran, Amerika Serikat, dan Israel. (Gemini AI)
  • Konflik geopolitik Timur Tengah memicu kenaikan harga energi yang mengancam efisiensi biaya logistik distribusi kesehatan di Indonesia.
  • Edwin Vega Darma dari PT Parit Padang Global menyatakan potensi kenaikan harga BBM akan memberatkan distribusi ke pelosok.
  • Perusahaan berencana melakukan efisiensi operasional dan beralih ke kendaraan listrik guna memastikan keberlanjutan layanan distribusi produk kesehatan.

Suara.com - Memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, mulai membayangi sektor distribusi kesehatan di dalam negeri.

Pelaku usaha menilai, potensi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak langsung pada biaya logistik distribusi obat dan alat kesehatan.

Senior Vice President Distribution PT Parit Padang Global, Edwin Vega Darma, mengatakan, kenaikan harga energi menjadi faktor krusial dalam menjaga efisiensi distribusi di tengah cakupan wilayah Indonesia yang luas.

"Nah, saya belum kebayang lagi nanti jika sampai terjadi bahan bakar naik. Karena di beberapa negara, tadi kami sempat diskusi juga, di Filipina bahan bakar sudah naik, maka mau tidak mau ini akan menjadi concern bagaimana mendistribusikan proxuk dengan lebih efisien," ujar Edwin kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan biaya logistik tidak terlepas dari dampak konflik geopolitik global yang mulai dirasakan oleh pelaku industri, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar.

Menurut Edwin, distribusi produk kesehatan memiliki tantangan tersendiri karena harus menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang membutuhkan biaya pengiriman lebih tinggi.

Ilustrasi produk kesehatan. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi produk kesehatan. (Dok. Istimewa)

"Jadi tadi ada ide ya kita mungkin ganti vendor transporter yang menggunakan bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar listrik. Antisipasinya ya," ucapnya.

Ia menambahkan, efisiensi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan distribusi, terutama jika tekanan biaya terus meningkat akibat kenaikan harga energi.

Di sisi lain, konflik geopolitik juga mulai memengaruhi kinerja industri secara umum. Edwin menyebut aktivitas bisnis sempat melambat akibat ketidakpastian ekonomi.

"Kita punya performance di Maret agak terganggu dengan dengan konflik ini. Karena mungkin para ekonom di Indonesia atau para pemilik usaha sedikit ngerem," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rangkaian Corporate Leadership Summit 2026 yang digelar PT Parit Padang Global (PPG) dalam momentum peringatan 70 tahun perusahaan.

Melalui forum tersebut, Edwin menyebut pihaknya akan beradaptasi menghadapi dinamika industri, termasuk tekanan biaya akibat kondisi global.

Sebagai perusahaan distribusi kesehatan, PPG memiliki jaringan yang menjangkau lebih dari 95 persen rumah sakit dan apotek di Indonesia, didukung oleh 25 cabang, 3 kantor penjualan, serta jaringan sub-distributor.

Dengan cakupan wilayah yang luas, kenaikan biaya logistik dinilai menjadi tantangan signifikan dalam menjaga kelancaran distribusi layanan kesehatan.

Terlebih, distribusi obat tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan.

"Karena di sini ada sektor keselamatan atau kesehatan manusia ya. Kalau katakanlah marjinnya 10 persen, mungkin biaya kirim 25 persen. Karena mahal sekali kirim ke sana. Ya tapi karena ada unsur kemanusiaan dan kita harus deliver," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:34 WIB

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Terkini

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:55 WIB

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:41 WIB

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:31 WIB

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:24 WIB

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:12 WIB

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:08 WIB

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:57 WIB