- Pertamina menjaga stabilitas pasokan energi nasional melalui optimalisasi produksi domestik serta diversifikasi sumber pasokan di tengah ketegangan global.
- Penyaluran energi nasional didukung oleh operasional Integrated Terminal Jakarta yang bersumber dari kilang Balongan dan kilang Cilacap.
- Perusahaan berkomitmen menjamin ketersediaan BBM serta menjaga kestabilan harga untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap stabil di tengah ketegangan geopolitik global dan konflik di Timur Tengah.
Pertamina mengoptimalkan produksi domestik serta mendiversifikasi sumber pasokan guna menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bagi masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan melalui strategi optimalisasi dan diversifikasi tersebut, pasokan energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan operasional berjalan lancar.
"Pertamina terus memantau perkembangan global dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi di Tanah Air. Melalui strategi optimalisasi produksi serta diversifikasi, saat ini pasokan energi secara nasional berada dalam kondisi aman, dan operasional berjalan lancar,” jelas Baron lewat keterangannya, Sabtu (17/4/2026).
Sebagai contohnya, distribusi energi disokong oleh Integrated Terminal Jakarta (ITJ) sebagai pusat penyangga utama wilayah DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Fasilitas ITJ meliputi Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok, serta LPG Terminal Tanjung Priok.
![Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/47521-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm.jpg)
Operasional terminal tersebut juga didukung oleh Jetty PMG, yaitu dermaga khusus untuk bongkar muat kapal pengangkut bahan cair atau petrokimia.
Adapun sebagian besar pasokan BBM dan LPG untuk Integrated Terminal Jakarta bersumber dari kilang Pertamina, yaitu Refinery Unit Balongan dan Refinery Unit Cilacap.
Baron menambahkan, untuk mengantisipasi situasi geopolitik saat ini, Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak.
"Satu hal yang penting adalah perilaku bijak energi, dimulai dari saat ini dan dari lingkup terkecil dari lingkungan, mari menggunakan energi sesuai keperluan demi keberlanjutan di masa datang," katanya.
Di samping itu, Pertamina saat ini terus menjaga stabilitas harga BBM guna mendukung ketahanan ekonomi. Pertamina juga memastikan seluruh infrastruktur logistik dan rantai pasok berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
"Pertamina berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” kata Baron.