Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB
Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
  • Bursa saham Wall Street anjlok pada Minggu malam akibat meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Presiden Donald Trump menyita kapal kargo Iran di Teluk Oman setelah kegagalan perundingan damai di Pakistan.
  • Ketegangan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia serta mengakhiri tren kenaikan rekor indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada Minggu malam, seiring meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC, Senin, 20 April 2026, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 452 poin atau 0,9 persen ke level 49.168. Sementara itu, futures S&P 500 melemah 0,8 persen ke level 7.105 dan futures Nasdaq-100 turun 0,6 persen ke level 26.655 .

Tekanan pasar muncul setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman.

Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran lanjutan perundingan damai di Pakistan yang direncanakan oleh AS.

"Kapal Iran tersebut berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal mereka sebelumnya. Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Tak hanya itu, Trump juga mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Situasi ini semakin memperkeruh pasar, mengingat gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak mentah justru melonjak tajam. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 8% ke level 90,54 dolar AS per barel, sementara Brent internasional menguat 6% menjadi 96,50 dolar AS per barel.

Padahal, Wall Street sebelumnya mencatatkan kinerja impresif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa setelah adanya gencatan senjata antara Iran dan Lebanon.

Namun kondisi berbalik setelah Iran kembali membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz—jalur pelayaran vital dunia—dengan alasan AS tidak memenuhi kewajibannya.

Trump pun menegaskan bahwa blokade AS terhadap selat tersebut akan tetap diberlakukan hingga Iran menyetujui tuntutan Washington, terlepas dari klaim Iran yang menyatakan jalur tersebut telah dibuka.

Sepanjang pekan lalu, S&P 500 tercatat naik 4,5 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 7,2 persen. Bahkan, Nasdaq mencatatkan reli 13 hari berturut-turut hingga Jumat, menyamai rekor yang terakhir terjadi pada 1992.

"Setelah Nasdaq menguat selama 13 hari berturut-turut karena harapan akan kesepakatan, kami mengakhiri minggu ini dengan kondisi jenuh beli dalam jangka pendek. Dan sekarang situasi dengan Iran menjadi semakin rumit dan tidak pasti kapan konflik ini akan berakhir dan kapan Selat akan sepenuhnya dibuka kembali tanpa rasa takut akan serangan," kata Peter Boockvar kepada CNBC.

"Satu-satunya pertanyaan terkait perdagangan hari Senin, dengan asumsi berita tidak berubah lagi, adalah seberapa besar penurunan pasar yang akan terjadi?" tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?

Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:37 WIB

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

Terkini

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 07:29 WIB

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB