Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke level Rp17.135 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.
  • Penguatan dipicu oleh pelemahan indeks dolar serta penurunan harga minyak dunia akibat potensi perdamaian Iran dan Amerika Serikat.
  • Stabilitas domestik melalui kebijakan harga BBM turut mendukung rupiah untuk bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Mata uang Garuda berhasil memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar serta penurunan harga komoditas energi dunia untuk merangkak naik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka, Selasa (21/4/2026) ke level Rp17.135 per dolar AS  Pembukaan ini membuat rupiah menguat 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Senin (20/4/2027).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah hari ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari kancah global dan stabilitas domestik.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang melemah dan harga minyak mentah dunia yang turun. Hal ini dipicu oleh optimisme bahwa kesepakatan damai akan tercapai setelah Iran mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS," kata Lukman saat dihubungi Suara.com.

Kabar mengenai keterbukaan Iran untuk berdialog dengan Amerika Serikat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. 

Ekspektasi akan meredanya ketegangan di Timur Tengah langsung berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak ini menjadi katalis positif bagi rupiah, mengingat Indonesia adalah negara pengimpor neto minyak bumi.

Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].
Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].

Selain faktor eksternal, Lukman juga mencatat bahwa faktor domestik turut memberikan bantalan bagi nilai tukar. Kebijakan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai masih memberikan dampak dukungan terhadap stabilitas mata uang.

"Kenaikan harga BBM juga masih berdampak mendukung rupiah saat ini," tambahnya.

Mengenai konsistensi penguatan, Lukman memprediksi bahwa posisi rupiah cenderung stabil di zona hijau hingga penutupan pasar sore nanti. Namun, hal ini tetap bergantung pada dinamika berita global yang berkembang sepanjang hari.

"Penguatan ini diperkirakan bisa bertahan hingga sore apabila sentimen tidak berubah drastis," jelasnya.

Untuk pergerakan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang harga yang cukup kompetitif. 

"Range (kisaran) rupiah hari ini diperkirakan berada di level Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS," pungkas Lukman.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp17.176 per dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi oleh beberapa mata uang Asia Lainnya.

Salah satunya, dolar Taiwan menanjak 0,21 persen,ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,06 persen dan peso Filipina terangkat 0,04 persen. Disusul, yuan China yang menguat tipis 0,01 persen erhadap the greenback di pagi ini.

Sedangkan, baht Thailand dan yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,09 persen

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,05 persen dan dolar Hong Kong turun 0,03 persen. Lalu ada won Korea Selatan yang menguat tipis 0,02 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB