Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
Suasana penukaran mata uang asing di sebuah money changer di Jakarta. [Ist]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.326 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 29 April 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh faktor domestik terkait kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal dan cadangan devisa negara.
  • Sentimen negatif diperparah oleh tren kenaikan harga minyak dunia serta antisipasi pengumuman suku bunga The Fed.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah cukup tajam pada perdagangan sore hari ini, Rabu 29 April 2026.

Padahal, indeks dolar AS (DXY) terpantau hanya mengalami kenaikan tipis. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pada mata uang Garuda justru lebih dominan datang dari faktor domestik.

Berdasarkan, data Bloomberg, rupiah sore ini berada di zona merah ke level Rp17.326 per dolar AS.

Alhasil, rupiah melemah 0,48 persen dari perdagangan Selasa, 28 April 2026 di level Rp17.242. Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.324.

Tidak hanya itu, mayoritas mata uang di Asia melemah. Di mana, rupee India turun paling dalam di kawasan setelah anjlok 0,61 persen.

Selanjutnya, ada peso Filipina yang ditutup ambles 0,49 persen dan baht Thailand terkoreksi 0,41 persen Diikuti, won Korea Selatan tertekan 0,39 persen.

Berikutnya, dolar Taiwan yang ditutup turun 0,12 persen. Lalu, yen Jepang tergelincir 0,03 persen. Disusul ada dolar Hong Kong yang terdepresiasi 0,009 persen.

Kemudian ada dolar Singapura yang terlihat melemah tipis cenderung datar di sore ini.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,09 persen.

baca juga

Disusul, ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.

Pelemahan ini dinilai Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebagai tingginya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi di dalam negeri. 

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kebijakan fiskal pemerintah, terutama terkait efisiensi anggaran.

"Tekanan kuat pada rupiah lebih mencerminkan kekhawatiran domestik. Belum ada jpaya pemerintah yang jelas untuk memangkas anggaran yang dianggap tidak mendesak, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Selain persoalan anggaran, Lukman menambahkan bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan serta adanya penurunan pada Cadangan Devisa (Cadev) turut menjadi sentimen negatif yang memberatkan langkah rupiah.

Hingga saat ini, belum ada data ekonomi domestik terbaru yang mampu memberikan tenaga tambahan bagi mata uang lokal.

Pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang kembali merangkak naik. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi global yang sulit turun.

Ilustrasi inflasi. [Ist]
Ilustrasi inflasi. [Ist]

Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada pengumuman hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) nanti malam. 

Meskipun bank sentral AS, The Fed, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, pernyataan sang Ketua, Jerome Powell, diprediksi akan tetap bernada keras (hawkish).

"Kepala The Fed diperkirakan akan memberikan pernyataan hawkish merespons kenaikan tinggi harga minyak mentah dunia. Secara umum, rupiah masih tertekan kecuali ada perkembangan positif seputar konflik di Timur Tengah dan retorika yang lebih melunak (less hawkish) dari The Fed," jelas Lukman.

Prediksi pergerakan rupiah berdasarkan analisis teknikal dan fundamental saat ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan berada dalam tren konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar. 

"Range pergerakan rupiah diperkirakan berada di level Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB

Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil

Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 16:23 WIB

Rupiah Semu di Level Rp17.168

Rupiah Semu di Level Rp17.168

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 15:50 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×