Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB
Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor
Pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh krisis energi global akibat konflik Timur Tengah serta rendahnya kepuasan investor terhadap pemerintah. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.345 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026.
  • Pelemahan dipicu oleh krisis energi global akibat konflik Timur Tengah serta rendahnya kepuasan investor terhadap pemerintah.
  • Kondisi ini menempatkan rupiah di titik terendah sejarah dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka waktu menengah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah semakin melemah pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026) dan kembali berada di titik paling rendah dalam sejarah mata uang Indonesia. Kondisi ini terjadi karena faktor krisis energi dan rendahnya kepuasan pada kinerja perekonomian pemerintah.

Seperti dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Kamis sore menyentuh Rp17.345 per dolar AS, turun sekitar 0,11 persen dibandingkan dengan pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

Sementara di awal perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka di kisaran Rp17.349 dolar AS - nilai paling lemah dalam sejarah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pada mata uang Garuda belum akan berakhir, demikian disampaikan Analis Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia mengatakan selain krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, rupiah terus melemah karena rendahnya kepuasan investor pada kinerja pemerintah.

"Sentimen risk off domestik dan juga harga minyak dunia yang terus meningkat akan semakin melebarkan defisit anggaran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, sentimen domestik masih sangat lemah, investor masih tidak puas akan pemerintah yang tidak melakukan perbaikan drastis untuk menurangi defisit, serta BI yang hanya mengandalkan intervensi.

"Perlemahan ini diperkirakan masih akan berkelanjutan untuk jangka pendek hingga menengah," tandasnya.

Sementara itu sebagian kecil mata uang di Asia juga menunjukkan tren pelemahan, meski tidak seburuh rupiah. Ringgit Malaysia yang melemah 0,42 persen, dolar Taiwan yang melemah 0,31 persen, rupe India yang melemah 0,29 persen.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea menguat 0,60 persen, baht Thailand menguat 0,42 persen yen Jepang menguat 0,24 persen dan dolar Singapura menguat 0,18 persen.

Bahkan peso Filipina juga menguat 0,18 persen. Sementara yuan China menguat 0,07 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,04 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Terkini

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:20 WIB

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:54 WIB

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:44 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:38 WIB

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:28 WIB