Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB
Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%
Ilustrasi sektor pertambangan. [Ist]
  • BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi kuartalan sebesar 0,77 persen dibandingkan periode sebelumnya.
  • Pelemahan kinerja pada sektor pertambangan memberikan tekanan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun 2026.
  • Industri pengolahan dan sektor domestik lainnya berhasil menjaga pertumbuhan tahunan ekonomi Indonesia tetap berada di angka 5,61 persen.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qoq), meski secara tahunan masih tumbuh 5,61 persen.

Kontraksi kuartalan ini terjadi di tengah pelemahan sejumlah sektor, terutama pertambangan yang menjadi salah satu lapangan usaha dengan kinerja negatif pada awal tahun.

“Secara triwulanan, ekonomi Indonesia, ekonomi Indonesia triwulan satu 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Selasa (5/5/2026).

Meski penurunan secara kuartalan kerap dipengaruhi faktor musiman setelah periode akhir tahun, data BPS menunjukkan tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, terutama sektor berbasis komoditas.

“Pada triwulan satu 2026 secara tahunan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan dan pengadaan listrik dan gas,” ucap Amalia.

Pelemahan sektor pertambangan menjadi sorotan karena sektor ini masih masuk dalam lima kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) nasional bersama industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]

Kelima sektor tersebut secara total menyumbang sekitar 63,52 persen terhadap struktur ekonomi Indonesia.

Dengan posisi strategis tersebut, perlambatan pertambangan memberi tekanan pada kinerja ekonomi kuartalan, terutama di tengah ketergantungan sejumlah wilayah terhadap aktivitas komoditas mineral dan energi.

BPS tidak merinci lebih lanjut dalam paparan awal terkait faktor spesifik pelemahan pertambangan, namun tekanan global, fluktuasi harga komoditas, serta penyesuaian produksi kerap menjadi faktor yang memengaruhi sektor tersebut.

Di sisi lain, sejumlah sektor domestik tetap menopang pertumbuhan tahunan. Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,03 basis poin, disusul perdagangan 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin, dan konstruksi 0,53 basis poin.

“Lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 1,03% basis poin,” kata Amalia.

Kondisi ini menunjukkan struktur ekonomi Indonesia pada awal 2026 lebih banyak ditopang sektor konsumsi domestik, manufaktur, dan mobilitas masyarakat dibanding sektor ekstraktif.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat tumbuh 13,14 persen, sementara jasa lainnya naik 9,91 persen dan transportasi serta pergudangan tumbuh 8,04 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 15:43 WIB

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Terkini

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB