- IHSG dibuka menguat pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan kenaikan 1,29 persen menuju level 7.183 di Bursa Efek Indonesia.
- Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif pertumbuhan ekonomi domestik serta penurunan harga minyak mentah dunia secara tajam.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG akan terbatas karena indeks telah mendekati area resistance pasca mengalami rebound.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan, Kamis 7 Mei 2026. IHSG dibuka ke level 7.160.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus melesat 1,29 persen ke level 7.183.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,37 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,40 triliun, serta frekuensi sebanyak 179.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 381 saham bergerak naik, sedangkan 157 saham mengalami penurunan, dan 421 saham tidak mengalami pergerakan.
![Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/56533-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg-ilustrasi-idx.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BPTR, DEFI, BOBA, ROCK, CGAS, ASPR, MDIA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya TALF, RIY, AMAG, ABDA, SHIP, HALO, STAR, LUCY.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, setelah mencatat rebound selama dua hari beruntun dan mendekati area resistance.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sapa Mentari, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,50 persen ke level 7.092.
Penguatan indeks ditopang sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi pasar. Selain itu, meredanya tensi geopolitik global turut menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham domestik.
"Pergerakan IHSG diperkirakan cenderung terbatas karena sudah mendekati area resistance pasca rebound," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
BRI Danareksa memperkirakan area support IHSG berada di kisaran 6.920 hingga 7.000. Sementara level resistance diproyeksikan berada di area 7.100 sampai 7.160.
Meski IHSG menguat, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell sekitar Rp484 miliar di pasar reguler.
Dari sentimen global, pasar mendapat dorongan positif setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tajam.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi sekitar 6 persen ke kisaran 96 dolar AS per barel. Pelemahan tersebut terjadi setelah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz juga membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait risiko geopolitik dan gangguan pasokan energi global.
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average naik 1,24 persen ke level 49.910,59. Kemudian S&P 500 menguat 1,46 persen menjadi 7.365,12, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,02 persen ke posisi 25.838,94.
BRI Danareksa menyebut pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan geopolitik global dan pergerakan nilai tukar rupiah menjelang rilis data cadangan devisa Indonesia pada akhir pekan ini.
Untuk pilihan saham, BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah emiten yang layak dicermati investor, yakni ESSA, ENRG, dan KOTA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.