- Kemenko PMK sedang mengkaji regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk kretek di Indonesia.
- Pemangku kepentingan industri kretek menolak wacana tersebut karena berisiko mematikan ekonomi jutaan petani dan pekerja.
- Pembatasan kadar nikotin dan tar yang ketat berpotensi menurunkan pendapatan negara serta memicu peredaran rokok ilegal.
“Kondisi tersebut pada akhirnya akan mengancam penerimaan negara serta memicu potensi pemutusan hubungan kerja massal di sektor terkait,” pungkasnya.