Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB
Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia
Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz]
  • Sindikat judi daring internasional mulai memindahkan pusat operasional mereka dari kawasan Indochina ke wilayah Indonesia sejak Mei 2026.
  • Pengetatan regulasi di negara tetangga menyebabkan para pelaku kejahatan mencari lokasi baru dengan menyewa gedung perkantoran di Indonesia.
  • Polri telah mengungkap pergeseran tersebut melalui penangkapan ratusan warga negara asing di Jakarta serta berbagai kota besar lainnya.

Suara.com - Indonesia, yang selama ini sering dianggap sebagai pasar besar bagi perjudian daring, kini justru mulai dilirik sebagai markas operasional atau pusat peladen (server) utama.

Fenomena perpindahan basis operasi ini terungkap setelah serangkaian penggerebekan besar yang dilakukan oleh aparat kepolisian di berbagai kota besar tanah air.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, secara gamblang memaparkan adanya tren pergeseran lokasi operasional sindikat judi online (judol) dan penipuan daring (online scam).

Kelompok kriminal yang sebelumnya menjadikan kawasan Indochina—seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam—sebagai "zona aman", kini mulai memindahkan infrastruktur digital mereka ke Indonesia.

Alasan utama di balik migrasi besar-besaran ini bukanlah tanpa sebab. Pengetatan regulasi dan operasi keamanan yang agresif di negara-negara tetangga menjadi faktor pendorong utama (push factor).

Wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai "sarang" server judi dunia seperti Sihanoukville dan Poipet di Kamboja, serta Myawaddy dan Mae Sot di kawasan perbatasan Myanmar, kini tidak lagi sekondusif dahulu bagi para sindikat.

Aparat berwenang di negara-negara tersebut mulai melakukan penindakan besar-besaran untuk membersihkan wilayah mereka dari aktivitas ilegal yang mencoreng citra internasional. Brigjen Untung Widyatmoko menjelaskan situasi ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (9/5/2026).

“Rekan-rekan tahu Sihanoukville, Mae Sot, Poipet, rekan-rekan tahu Myawaddy, rekan-rekan tahu Bavet, rekan-rekan tahu poipet, di sanalah tempat server-server yang tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Penertiban ini mencakup berbagai jenis kejahatan transnasional berbasis digital, mulai dari love scam, penipuan investasi, hingga perjudian terorganisir.

Ketika ruang gerak di Indochina semakin sempit, para operator mencari celah di negara lain yang dianggap memiliki infrastruktur internet mumpuni namun mungkin belum sewaspada negara-negara yang sudah lama bertarung dengan isu ini.

Indonesia Sebagai Target "Kamuflase" Baru

Perpindahan ini terdeteksi melalui pengungkapan kasus jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, serta wilayah strategis lainnya seperti Batam, Kepulauan Riau.

Pola yang digunakan para sindikat adalah dengan menyewa gedung-gedung komersial atau perkantoran yang dari luar tampak normal guna menutupi aktivitas kriminal di dalamnya.

Brigjen Untung menekankan bahwa fenomena ini sudah masuk dalam radar prediksi kepolisian.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online termasuk perjudian online,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan

Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan

Foto | Senin, 11 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:05 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus, Brimob Bersenjata Kepung Hayam Wuruk Semalam

Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus, Brimob Bersenjata Kepung Hayam Wuruk Semalam

Video | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB