- Sindikat judi daring internasional mulai memindahkan pusat operasional mereka dari kawasan Indochina ke wilayah Indonesia sejak Mei 2026.
- Pengetatan regulasi di negara tetangga menyebabkan para pelaku kejahatan mencari lokasi baru dengan menyewa gedung perkantoran di Indonesia.
- Polri telah mengungkap pergeseran tersebut melalui penangkapan ratusan warga negara asing di Jakarta serta berbagai kota besar lainnya.
Suara.com - Indonesia, yang selama ini sering dianggap sebagai pasar besar bagi perjudian daring, kini justru mulai dilirik sebagai markas operasional atau pusat peladen (server) utama.
Fenomena perpindahan basis operasi ini terungkap setelah serangkaian penggerebekan besar yang dilakukan oleh aparat kepolisian di berbagai kota besar tanah air.
Sekretaris National Central Bureau (NCB) Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, secara gamblang memaparkan adanya tren pergeseran lokasi operasional sindikat judi online (judol) dan penipuan daring (online scam).
Kelompok kriminal yang sebelumnya menjadikan kawasan Indochina—seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam—sebagai "zona aman", kini mulai memindahkan infrastruktur digital mereka ke Indonesia.
Alasan utama di balik migrasi besar-besaran ini bukanlah tanpa sebab. Pengetatan regulasi dan operasi keamanan yang agresif di negara-negara tetangga menjadi faktor pendorong utama (push factor).
Wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai "sarang" server judi dunia seperti Sihanoukville dan Poipet di Kamboja, serta Myawaddy dan Mae Sot di kawasan perbatasan Myanmar, kini tidak lagi sekondusif dahulu bagi para sindikat.
Aparat berwenang di negara-negara tersebut mulai melakukan penindakan besar-besaran untuk membersihkan wilayah mereka dari aktivitas ilegal yang mencoreng citra internasional. Brigjen Untung Widyatmoko menjelaskan situasi ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (9/5/2026).
“Rekan-rekan tahu Sihanoukville, Mae Sot, Poipet, rekan-rekan tahu Myawaddy, rekan-rekan tahu Bavet, rekan-rekan tahu poipet, di sanalah tempat server-server yang tadinya berada dan sekarang ditertibkan dan mulai digeser ke wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Penertiban ini mencakup berbagai jenis kejahatan transnasional berbasis digital, mulai dari love scam, penipuan investasi, hingga perjudian terorganisir.
Ketika ruang gerak di Indochina semakin sempit, para operator mencari celah di negara lain yang dianggap memiliki infrastruktur internet mumpuni namun mungkin belum sewaspada negara-negara yang sudah lama bertarung dengan isu ini.
Indonesia Sebagai Target "Kamuflase" Baru
Perpindahan ini terdeteksi melalui pengungkapan kasus jaringan internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, serta wilayah strategis lainnya seperti Batam, Kepulauan Riau.
Pola yang digunakan para sindikat adalah dengan menyewa gedung-gedung komersial atau perkantoran yang dari luar tampak normal guna menutupi aktivitas kriminal di dalamnya.
Brigjen Untung menekankan bahwa fenomena ini sudah masuk dalam radar prediksi kepolisian.
“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online termasuk perjudian online,” tuturnya.