- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot Dirjen Anggaran Luky Alfirman karena meloloskan anggaran pengadaan 25 ribu motor listrik BGN.
- Purbaya mengakui ada celah di software DJA yang membuat pengadaan motor listrik lolos meski sebelumnya ditolak, dan kini sistem sudah diperbaiki.
- Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut pengadaan motor listrik direncanakan dalam anggaran 2025 untuk mendukung mobilitas program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu pencopotan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman karena meloloskan anggaran pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Mungkin anda tebak saja sendiri," kata Purbaya saat dikonfirmasi di Kantor Kemenkeu, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan pengakuan narasumber Suara.com, Luky Alfirman dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu lantaran meloloskan pengadaan motor listrik sebanyak 25 ribu unit.
Sementara itu, Purbaya sudah mencopot Luky Alfirman selaku Direktur Jenderal Anggaran pada April lalu. Tak hanya Dirjen Anggaran, ia juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kebobolan soal pengadaan anggaran motor listrik sebanyak 25 ribu unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menkeu Purbaya bercerita kalau pengadaan motor listrik BGN sebelumnya sempat ditolak. Namun itu bisa lolos karena adanya celah di software milik Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).
Belajar dari kasus itu, Bendahara Negara memastikan kalau pihaknya bakal terus mengawasi pengadaan belanja Kementerian Lembaga (K/L). Software milik DJA pun sudah diperbaiki.
"Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelasnya.
Di sisi lain Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit.
Dadan bilang pengadaan motor listrik itu sudah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya motor listrik tersebut akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).