Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB
Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless
Ilustrasi E-Wallet. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Survei SNLIK 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51 persen, namun literasi keuangan hanya 66,46 persen.
  • Generasi muda rentan terhadap perilaku konsumtif dan jebakan utang karena menggunakan layanan keuangan tanpa memahami risiko yang ada.
  • OJK bersama institusi pendidikan dan industri terus mendorong edukasi finansial untuk menekan kerugian akibat kejahatan keuangan digital.
Ilustrasi Scam. [Pixabay]
Ilustrasi Scam. [Pixabay]

Ia menambahkan, rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus penipuan dan penyalahgunaan layanan keuangan.

OJK mencatat, nilai kerugian akibat kejahatan keuangan digital telah mencapai sekitar Rp9,1 triliun berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sepanjang November 2024 hingga Januari 2026.

Untuk itu, OJK terus mendorong penguatan literasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dilakukan secara masif dan kolaboratif bersama industri jasa keuangan dan institusi pendidikan.

“Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus berdampak pada kesejahteraan. Individu yang memahami cara mengelola keuangan cenderung lebih stabil secara finansial dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kampus Binus Alam Sutera, Lim Sanny, menilai bahwa penguatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa menjadi semakin penting di tengah percepatan digitalisasi sektor keuangan.

Maka dari itu, adanya kemudahan transaksi yang ditawarkan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang bijak.

“Seiring dengan kemajuan teknologi, transaksi menjadi lebih mudah dan cepat. Namun di balik kenyamanan itu, kita harus tetap bijak dalam mengelola keuangan agar tidak terjebak dalam sikap careless,” ujarnya.

Ia menganggap peran institusi pendidikan tidak hanya sebatas memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga menghadirkan pengalaman praktis melalui kolaborasi dengan pelaku industri yang penting untuk mahasiswa agar mampu memahami risiko dan peluang dalam ekosistem keuangan digital secara lebih komprehensif.

“Kami berharap mahasiswa dapat menggali lebih banyak wawasan dan memahami bagaimana mengelola keuangan secara bijak di era digital, serta siap menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun profesional,” jelasnya.

baca juga

Direktur Utama ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menegaskan bahwa adopsi pembayaran digital menjadi kebutuhan utama bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi dan frekuensi transaksi yang intens.

Dari sisi keamanan, perusahaannya juga mengedepankan tiga aspek utama yakni efisiensi, manfaat, dan keamanan.

Ia menekankan bahwa kini layanan telah dilengkapi dengan berbagai lapisan proteksi seperti PIN, OTP, hingga fitur two-factor authentication (2FA) serta verifikasi pengguna melalui ShopeePay Plus.

"Layanan verifikasi terhadap transaksi baik itu PIN ataupun OTP itu sudah jadi satu basic standar yang dimiliki," ujarnya.

Dia menambahkan, ada layanan 2FA di mana verifikasi tambahan yang bisa dilakukan oleh para pengguna ShopeePay untuk setiap ada transaksi yang mungkin secara pattern transaksi lain daripada biasanya.

"Tambahan layer dari sisi keamanan itu untuk memastikan bahwa memang orang yang sama ataupun user yang sama yang menggunakan aplikasi tersebut," kata Nilam.

Selain tren e-wallet, Direktur CFX, Lukas Lauw, menyoroti pesatnya perkembangan aset kripto di Indonesia yang turut didorong oleh tingginya partisipasi generasi muda, khususnya mahasiswa.

Ia megatakan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam adopsi aset kripto secara global dengan sekitar 52% investor kripto berasal dari kelompok usia 18–24 tahun.

“Proporsi yang bertransaksi di aset kripto itu di usia 18 sampai 24 tahun, sekitar 50%. Jadi ini memang didominasi oleh usia mahasiswa,” ujarnya.

Meski begitu, tren transaksi kripto sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan koreksi harga pasar.

Tercatat, dalam satu kuartal nilai transaksi sekitar Rp75,8 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026, yang menunjukkan adanya sensitivitas tinggi terhadap pergerakan harga aset digital di kalangan investor ritel.

Ilustrasi e-wallet. (ist)
Ilustrasi e-wallet. (ist)

Ia menekankan, pentingnya penggunaan platform yang legal dan diawasi regulator untuk meminimalkan risiko kerugian.

Pasalnya, penggunaan platform tidak berizin berpotensi menimbulkan kerugian besar, mulai dari kehilangan dana hingga aset digital.

Maka dari itu, literasi keuangan menjadi aspek penting penting agar masyarakat tidak hanya tertarik pada potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko serta aspek legalitas dalam berinvestasi di aset kripto.

“Literasi harus lebih tinggi dari inklusi. Masyarakat tidak hanya menggunakan, tetapi juga harus memahami produk yang digunakan,” tegasnya.

Menyambung pembahasan tersebut, Presiden Direktur Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyoroti pentingnya pemahaman instrumen keuangan yang lebih luas di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi dan trading.

Ia menilai, tren investasi di kalangan mahasiswa saat ini masih didominasi oleh saham dan kripto, padahal terdapat instrumen lain seperti perdagangan berjangka komoditas yang memberikan akses ke pasar global dengan likuiditas tinggi.

“Kalau kita bicara trading, bayangan kita pasti saham dan kripto karena dua hal itu paling populer sekarang. Padahal market global itu jauh lebih besar, seperti forex, emas, dan index yang transaksinya melibatkan seluruh dunia,” tegasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Strategi Prudential Syariah Tingkatkan Inklusi dan Garap Pasar Halal di RI

Strategi Prudential Syariah Tingkatkan Inklusi dan Garap Pasar Halal di RI

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:46 WIB

Pegadaian Hadirkan Lagi Program Gadai Bebas Bunga, Solusi Pendanaan Cepat untuk Masyarakat

Pegadaian Hadirkan Lagi Program Gadai Bebas Bunga, Solusi Pendanaan Cepat untuk Masyarakat

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 19:20 WIB

BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital

BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:13 WIB

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:05 WIB

Langkah yang Bicara: Kisah Fai dan Perjuangan Membangun Ruang Inklusi

Langkah yang Bicara: Kisah Fai dan Perjuangan Membangun Ruang Inklusi

Video | Senin, 16 Februari 2026 | 12:13 WIB

Terkini

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

×