Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
  • Harga minyak naik usai harapan damai AS-Iran memudar.
  • Selat Hormuz masih rawan, pasokan global terganggu.
  • OPEC+ pertimbangkan kenaikan produksi minyak Juli nanti.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali menanjak pada perdagangan Jumat (22/5/2026) setelah pasar meragukan peluang tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan terkait cadangan uranium Teheran serta kendali atas Selat Hormuz membuat investor kembali memburu aset energi di tengah ancaman gangguan pasokan global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$2,38 atau 2,3 persen menjadi US$104,96 per barel pada pukul 00.34 GMT (07.34 WIB). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,73 atau 1,8 persen ke level US$98,08 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya kedua kontrak acuan tersebut sempat jatuh sekitar 2 persen dan menyentuh level penutupan terendah dalam dua pekan terakhir.

Sumber senior dari internal Iran mengatakan kepada Reuters bahwa hingga kini belum ada kesepakatan resmi dengan AS, walaupun jarak perbedaan pandangan mulai menyempit. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim adanya “sinyal positif” dalam dialog kedua negara.

Namun, Rubio menegaskan Washington tidak akan menerima sistem pungutan atau tarif apa pun di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

“Dengan prospek perundingan damai yang masih belum pasti, harga minyak merangkak naik karena pasar memperkirakan ketidakstabilan di Timur Tengah serta gangguan pasokan di Selat Hormuz masih akan berlanjut,” ujar analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida.

Ia memperkirakan harga WTI akan bergerak di kisaran US$90 hingga US$110 per barel pada pekan depan, melanjutkan volatilitas tinggi yang terjadi sejak akhir Maret.

Meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung selama enam minggu, pasar menilai belum ada langkah konkret yang mampu mengakhiri konflik secara permanen. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan ancaman perlambatan ekonomi dunia akibat tingginya biaya energi.

Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan energi global melintasi Selat Hormuz. Konflik yang berkepanjangan kini telah memangkas sekitar 14 juta barel minyak per hari dari pasar dunia atau setara 14 persen pasokan global. Ekspor dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait pun ikut terganggu.

Direktur Utama perusahaan minyak nasional UEA, ADNOC, memperkirakan arus minyak melalui Selat Hormuz baru dapat pulih sepenuhnya paling cepat pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027, itu pun jika konflik bisa segera dihentikan.

Di tengah tekanan geopolitik tersebut, tujuh negara produsen utama yang tergabung dalam OPEC+ disebut-sebut akan mempertimbangkan kenaikan produksi terbatas untuk Juli mendatang. Keputusan itu dijadwalkan dibahas dalam pertemuan 7 Juni, meski distribusi minyak dari sejumlah negara anggota masih terdampak perang Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia

Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

Terkini

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB