- SBN adalah instrumen investasi aman yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN.
- Investor dapat memilih jenis SBN konvensional atau syariah.
- Pemula disarankan menentukan tujuan keuangan, memperhatikan masa tenor, dan memilih mitra distribusi yang tepat untuk memulai investasi.
Anda bisa menjualnya kembali melalui mitra distribusi sebelum masa tenor berakhir.
Namun, jika Anda memiliki dana "nganggur" yang memang dialokasikan untuk jangka panjang, tipe Non-Tradable seperti SBR atau ST bisa menjadi pilihan karena biasanya menawarkan skema kupon yang lebih dinamis.
2. Pahami Skema Kupon (Bunga)
Ini adalah poin krusial dalam cara memilih SBN untuk pemula.
Fixed Rate (ORI & SR): Jika Anda ingin kepastian hasil yang tetap setiap bulan meski suku bunga bank turun, pilihlah ini.
Floating with Floor (SBR & ST): Jika Anda memprediksi suku bunga akan naik di masa depan, pilihlah tipe ini. Kupon Anda akan ikut naik jika suku bunga acuan BI naik, namun tidak akan turun melampaui batas minimal (floor) yang sudah ditetapkan di awal.
3. Cek Masa Tenor
Pemerintah kini sering merilis SBN dengan dua pilihan tenor, misalnya tenor 2 tahun (T2) dan tenor 4 tahun (T4).
Untuk pemula, tenor yang lebih pendek (2 tahun) biasanya lebih disukai karena memberikan fleksibilitas perputaran modal yang lebih cepat.
4. Pilih Mitra Distribusi (Midis) yang Nyaman
Saat ini, membeli SBN sangat mudah. Anda bisa menggunakan aplikasi perbankan, perusahaan sekuritas, hingga platform fintech APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana).
Pilihlah platform yang memiliki antarmuka (UI) yang mudah dipahami dan proses pendaftaran yang cepat secara online.
SBN bisa menjadi instrumen yang sempurna bagi Anda yang ingin beralih dari sekadar menabung menjadi berinvestasi.
Dengan memahami cara memilih SBN untuk pemula di atas, Anda bisa membangun portofolio keuangan yang kokoh dan minim risiko.
Kuncinya pantau terus jadwal penerbitan SBN di situs resmi Kemenkeu atau aplikasi investasi favorit Anda.