Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

Achmad Fauzi

Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:26 WIB
BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026
BTN (Dok: BTN
baca 10 detik
  • PT Bank Tabungan Negara mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,16 triliun hingga April 2026, meningkat 55,84 persen secara tahunan.
  • Peningkatan laba disokong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp4,67 triliun serta keberhasilan menekan beban bunga operasional.
  • Penyaluran kredit BTN mencapai Rp344,07 triliun dan total aset perseroan tumbuh menjadi Rp445,70 triliun hingga periode April 2026.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun hingga April 2026 atau melonjak 55,84 persen. Laba bersih ini merupakan hanya berasal dari bisnis bank saja.

Laba bersih BTN ini disumbang oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp 4,67 triliun atau melonjak 10,35 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 4,23 triliun.

"Kami optimistis transformasi yang dijalankan BTN akan terus memperkuat fundamental bisnis perseroan," ujar Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan penyaluran KPR telah mencapai 6 juta rumah mendorong raihan laba Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026, [Suara.com/Achmad Fauzi].
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Pada saat yang sama, BTN menekan beban bunga menjadi Rp 4,41 triliun atau turun 16,36 persen yoy. Penurunan cost of fund tersebut menjadi salah satu penopang utama peningkatan profitabilitas BTN pada awal tahun ini.

Dari sisi operasional, BTN juga mencatatkan laba operasional sebesar Rp 1,49 triliun atau meningkat 48,6 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 1 triliun.

Sedangkan, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp 344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 316,54 triliun.

Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 445,70 triliun atau tumbuh 8,07 persen yoy. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp 357,83 triliun tumbuh 6,31 persen yoy dari Rp 336,58 triliun pada April 2025.

Pencapaian tersebut juga mencatatkan porsi dana murah (CASA) mencapai 50% dari total DPK.

"Selain menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BTN juga akan terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem perumahan nasional serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat," pungkas Nixon.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:16 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

×