Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB
Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga
Ilustrasi mengatur keuangan (Pexels.com)
  • Nilai tukar rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS akibat akumulasi tekanan faktor eksternal serta domestik yang terjadi.
  • Pelemahan rupiah memicu kenaikan harga barang impor, biaya energi, serta inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan.
  • Ekonom menyarankan masyarakat mengelola keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, menyediakan dana darurat, serta membatasi pinjaman berbunga tinggi.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terus meloyo, bahkan hampir menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi ini memberikan kekhawatiran terhadap masyarakat, karena harga barang-barang akan mengalami kenaikan, yang berimbas pada meningkatnya pengeluaran.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan masyarakat tidak perlu panik jika rupiah bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami dampak yang mungkin muncul terhadap pengeluaran rumah tangga dan menyesuaikan strategi keuangan sejak dini.

"Menurut saya, pelemahan rupiah yang semakin dekat ke Rp 18.000 per dolar AS bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan akumulasi tekanan eksternal dan domestik yang terjadi bersamaan," ujar Josua Pardede saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/6/2026).

Dampak Rupiah Melemah

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menjelaskan, tekanan terbesar berasal dari kombinasi harga minyak dunia yang masih tinggi, kuatnya dolar AS, serta melemahnya surplus perdagangan Indonesia.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan dolar meningkat, sementara pasokan devisa dari perdagangan semakin menipis.

Josua menuturkan pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan harga berbagai barang yang bergantung pada bahan baku impor. Mulai dari elektronik, alat kesehatan, obat-obatan, komponen otomotif hingga energi dapat mengalami kenaikan biaya.

"Jika pelemahan rupiah berlanjut, dampak pertama adalah kenaikan biaya impor. Barang konsumsi impor, bahan baku industri, obat, alat kesehatan, mesin, komponen otomotif, elektronik, dan energi akan menjadi lebih mahal," jelasnya.

Tak hanya itu, tekanan terhadap inflasi juga berpotensi meningkat. Menurut Josua, biaya logistik dan energi yang lebih mahal pada akhirnya bisa diteruskan ke harga barang dan jasa yang dibayar masyarakat.

"Dampak kedua adalah tekanan inflasi, terutama jika harga minyak tetap tinggi dan biaya logistik naik," jelasnya.

Siasat Atur Keuangan

Karena itu, Josua menyarankan masyarakat mulai memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memprioritaskan kebutuhan pokok dan menunda pembelian barang konsumsi yang tidak mendesak, terutama produk impor yang rentan mengalami kenaikan harga.

Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan dana darurat tersedia untuk menghadapi potensi kenaikan biaya hidup dalam beberapa bulan ke depan. Diversifikasi investasi juga dinilai penting agar risiko akibat gejolak pasar dapat diminimalkan.

Menurut Josua, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap peningkatan beban pinjaman. Sebab, pelemahan rupiah yang disertai kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan biaya kredit.

"Dampak ketiga adalah tekanan terhadap dunia usaha, karena perusahaan yang punya pinjaman valas atau bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi biaya lebih tinggi. Dampak keempat adalah penurunan daya beli masyarakat, karena harga barang naik sementara cicilan dan bunga kredit berpotensi ikut naik setelah BI menaikkan BI Rate," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terkini

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB