Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?

M Nurhadi

Minggu, 07 Juni 2026 | 16:24 WIB
Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?
Ilustrasi pertemuan anggota OPEC. (OPEC)
  • Aliansi OPEC+ akan menyepakati kenaikan target produksi minyak bumi sebesar 188.000 barel per hari pada pertemuan hari Minggu.
  • Konflik militer di Timur Tengah memicu krisis pasokan global akibat terganggunya jalur logistik minyak di Selat Hormuz.
  • Produksi minyak riil OPEC+ menurun drastis menjadi 33,19 juta barel per hari pasca hengkangnya Uni Emirat Arab.

Suara.com - Ditengah ketidakpastian geopolitik yang kian meruncing, aliansi produsen minyak mentah dunia, OPEC+, dilaporkan bersiap menyepakati kenaikan target produksi minyak bumi untuk keempat kalinya dalam empat bulan terakhir pada pertemuan hari Minggu ini.

Berdasarkan informasi dari tiga sumber internal lingkaran OPEC+ dalam laporan Reuters, kebijakan ini tetap digulirkan meskipun eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi hambatan besar bagi sejumlah negara anggota untuk mengoptimalkan kapasitas pompa mereka.

Operasi militer yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah tersebut telah memotong jalur distribusi logistik energi global, terutama arus pelayaran kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.

Dampaknya, dunia kini dihadapkan pada krisis pasokan minyak mentah terbesar sepanjang sejarah, di mana negara-negara produsen utama seperti Arab Saudi mengalami kesulitan fatal untuk memenuhi pesanan ekspor dari para pelanggannya secara penuh sejak akhir Februari lalu.

Saat kabar ini ditulis, harga minyak dunia melemah 2,69% dalam 24 jam dan berada di kisaran US$ 90,5. Sementara, harga minyak Brent bertahan di US$ 93.

Kondisi internal blok negara eksportir ini kian tertekan menyusul keputusan mengejutkan dari Uni Emirat Arab (UEA) yang memilih keluar (exit) dari keanggotaan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) setelah membina kemitraan selama hampir 60 tahun.

Bagi para pelaku pasar komoditas dan generasi muda berusia 18-45 tahun di kota-kota besar Indonesia yang memantau pergerakan harga bahan bakar serta inflasi makro, dinamika geopolitik ini menjadi sinyal kuat adanya volatilitas tinggi pada sektor hulu energi global.

Secara kronologis, tujuh negara anggota inti dari pakta kelompok OPEC+—yang mengintegrasikan negara-negara OPEC dengan produsen sekutu termasuk Rusia—sebelumnya telah sepakat mengerek kuota produksi mereka untuk periode April hingga Juni sebesar hampir 600.000 barel per hari (barrels per day/bpd).

Namun, kalkulasi di atas kertas tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan. Data resmi yang dirilis oleh OPEC menunjukkan bahwa volume produksi riil kelompok ini justru mengalami penurunan drastis akibat pemangkasan ekspor paksa oleh negara-negara Teluk yang terdampak langsung blokade perang.

Sepanjang bulan April, rata-rata pasokan riil merosot ke angka 33,19 juta bpd, berbanding jauh dari perolehan bulan Februari yang sempat menyentuh level 42,77 juta bpd.

Pada pertemuan krusial hari Minggu ini, ketujuh negara anggota inti diproyeksikan akan mengesahkan penambahan target pasokan baru sebesar 188.000 bpd yang mulai berlaku efektif pada Juli mendatang.

Formulasi angka ini setara dengan besaran penyesuaian pada bulan Juni, yang sengaja dikoreksi turun dari rencana kenaikan bulanan awal sebesar 206.000 bpd pada Mei dan April guna merespons dampak hilangnya kuota produksi pasca-hengkangnya UEA.

Mengingat sensitivitas isu ekonomi ini terhadap pergerakan bursa saham dan komoditas internasional, seluruh sumber informasi menolak identitasnya dipublikasikan kepada media karena kesepakatan final dari forum menteri tersebut masih bersifat dinamis sebelum ketok palu resmi.

Sebagai catatan, tujuh dari total 21 negara anggota OPEC+ yang dijadwalkan menggelar pertemuan khusus hari Minggu ini meliputi:

  • Arab Saudi
  • Rusia
  • Irak
  • Kuwait
  • Aljazair
  • Kazakhstan
  • Oman

Meskipun sidang pleno tingkat menteri OPEC+ secara menyeluruh juga dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama, sejumlah analis dan sumber internal memperkirakan agenda besar tersebut tidak akan melahirkan perubahan radikal pada arah kebijakan makro organisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:02 WIB

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 23:13 WIB

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:06 WIB

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB

Terkini

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:18 WIB

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:13 WIB

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:16 WIB

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB