Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB
Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
Ilustrasi, perdamaian perang antara Amerika Serikat dengan Iran. [Gemini AI].
baca 10 detik
  • Harga minyak Brent dan WTI naik pada Selasa 23 Juni setelah sempat anjlok akibat ketegangan AS dan Iran.
  • Kenaikan harga didorong sikap optimistis pasar terhadap dialog damai serta pemulihan jalur distribusi di Selat Hormuz.
  • Pasar tetap bersikap realistis menanti bukti konkret normalisasi pengiriman minyak serta kepatuhan perjanjian antara kedua negara.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali menguat  pada perdagangan Selasa 23 Juni,  setelah sempat anjlok tajam di sesi sebelumnya.  

Kenaikan ini didorong oleh sikap optimistis pasar yang mulai terukur terkait dialog damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sembari investor menanti kepastian terkait pemulihan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 24 sen atau 0,38 persen ke level 78,15 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkerek 33 sen atau 0,46 persen menjadi 74,19 dolar AS per barel.

Sebelumnya pada Senin, harga minyak sempat anjlok hingga lebih dari 3 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh langkah AS yang memberikan pelonggaran sanksi (sanctions waiver) selama 60 hari kepada Iran pasca-dialog damai tahap awal, bersamaan dengan meredanya ketegangan di Lebanon di bawah kesepakatan yang lebih luas.

Perkembangan tersebut muncul setelah ketegangan sempat memuncak pada akhir pekan, menyusul ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang siap menyulut kembali perang jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. 

Ketegangan sempat memanas setelah Teheran sempat menyatakan penutupan jalur perairan strategis tersebut.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

"Masih ada skeptisisme di pasar yang berakar dari rasa saling tidak percaya antara Washington dan Teheran. Hal ini mengisyaratkan bahwa kembalinya harga minyak ke level sebelum perang tampaknya akan tertunda," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

Melalui unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui inspeksi senjata untuk memastikan kepatuhan nuklir mereka. Namun, ia tetap memberikan peringatan keras.

"Jika Iran tidak mematuhi perjanjian atau bertingkah, saya akan mengambil tindakan tegas yang diperlukan," kata Trump kepada awak media.

baca juga

Waterer menambahkan bahwa pasar sebelumnya sempat terlalu optimistis terhadap upaya damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Kini, para pelaku pasar memilih bersikap lebih realistis sambil menunggu bukti konkret bahwa kesepakatan tersebut benar-benar berjalan dan lalu lintas kapal kembali normal.

Di sisi lain, data pelacakan kapal menunjukkan tanda-tanda pemulihan aktivitas logistik. Sebanyak dua kapal tanker yang mengangkut hampir 2 juta barel minyak dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Senin, setelah sempat terjadi penurunan volume pengiriman pada akhir pekan akibat kekhawatiran faktor keamanan.

Sementara itu, data Departemen Energi AS mencatat stok minyak mentah negara tersebut di Cadangan Minyak Strategis (SPR) menyusut menjadi 331,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini merupakan level terendah sejak Juni 1983, imbas dari mengetatnya pasokan akibat konflik AS-Iran yang sempat terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Luhut Warning Prabowo: Ancaman Ekonomi Mengintai RI Setelah Juli 2026

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:48 WIB

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Minyak Dunia Anjlok di Bawah 80 Dolar AS, Pertamina Buka Suara soal Harga Pertamax Series!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:34 WIB

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:38 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:05 WIB