Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
Ilustrasi logistik. [Pixabay/Geralt]
baca 10 detik
  • ALDEI menyoroti tingginya biaya logistik nasional sebesar 14 persen akibat disparitas distribusi antara Pulau Jawa dan luar Jawa.
  • Imam Sedayu Pusponegoro mengusulkan konsolidasi infrastruktur antarperusahaan logistik untuk meningkatkan utilisasi aset dan menurunkan beban biaya distribusi barang.
  • Digitalisasi dan integrasi teknologi menjadi kebutuhan utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta efisiensi pengiriman 25 juta paket harian.

Suara.com - Asosiasi Logistik Digital Ekonomi Indonesia (ALDEI) menyoroti tingginya biaya logistik nasional yang saat ini mencapai sekitar 14 persen.

Organisasi tersebut menilai kolaborasi dan konsolidasi antarpelaku industri pos dan logistik dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang di Indonesia.

ALDEI mencatat masih terdapat disparitas biaya logistik yang cukup lebar antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Biaya distribusi di Pulau Jawa berada di kisaran 5-10 persen, sedangkan di luar Jawa dapat mencapai 20-40 persen. Selain itu, lebih dari 60 persen distribusi barang nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Ketua Umum ALDEI, Imam Sedayu Pusponegoro, mengatakan pemanfaatan infrastruktur dan jaringan secara bersama dapat meningkatkan utilisasi aset yang selama ini belum optimal.

"Konsolidasi akan mendorong antar pelaku perusahaan pos dan kurir saling berbagi infrastruktur dan jaringan, seperti gudang, transportasi di first mile, middle mile, hingga last mile, yang saat ini utilisasinya masih sangat rendah, kurang dari 50 persen," terang Imam dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Dengan konsolidasi, menurutnya, skala pengiriman dan utilisasi dapat meningkat untuk menurunkan biaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Imam dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta.

Imam menyebut, perkembangan ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir terus menunjukkan pertumbuhan dua digit.

baca juga

Pada 2026, sektor tersebut diperkirakan berkontribusi hingga 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan berpotensi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2030 dengan nilai lebih dari 300 miliar dolar Amerika Serikat.

Sektor e-commerce dan belanja daring disebut menyumbang sekitar 77 persen ekonomi digital Indonesia. Aktivitas tersebut menggerakkan lebih dari 30 juta UMKM, UKM, brand, dan merchant di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, peningkatan aktivitas perdagangan digital turut mendorong kebutuhan akan sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi.

Organisasi tersebut mencatat volume pengiriman saat ini mencapai sekitar 25 juta paket per hari yang sebagian besar berasal dari e-commerce dan social commerce.

Imam menilai, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan industri logistik nasional.

"Dengan ratusan juta hingga miliaran data traffic yang beredar dan kompleksitas proses yang menjangkau seluruh kepulauan Indonesia, digitalisasi sudah menjadi keharusan untuk sesama pelaku industri pos dan logistik agar dapat terkoneksi secara seamless dan berkolaborasi melayani masyarakat hingga seluruh pelosok Indonesia," bebernya.

Ilustrasi e-commerce (Freepik.com)
Ilustrasi e-commerce. (Freepik.com)

Imam melihat, kolaborasi industri dapat dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pemanfaatan jaringan dan infrastruktur bersama, integrasi teknologi operasional, hingga pengembangan platform agregator logistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:04 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:20 WIB

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB