- Sejumlah saham IPO di Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan jual dan penurunan harga pada Kamis, 9 Juli 2026.
- Saham EMMI, JECX, dan BACH mencatatkan koreksi harga signifikan akibat aksi ambil untung oleh para investor ritel.
- Saham JELI dan PRDL tetap menguat, sementara pasar menantikan pencatatan perdana saham RANS pada Jumat, 10 Juli 2026.
Suara.com - Pergerakan emiten pendatang baru mewarnai bursa saham domestik hari ini. Berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sukses merangkak naik ke zona hijau pada penutupan sesi pertama, Kamis (9/7/2026), sejumlah saham hasil penawaran umum perdana (IPO) yang belakangan menjadi primadona justru berguguran akibat tekanan jual para investor.
Dua saham yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau memimpin pelemahan di jajaran emiten anyar. Fenomena ini mengindikasikan tingginya fluktuasi dan aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek dari para pelaku pasar ritel.
Tekanan jual yang masif menghantam PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Setelah menikmati euforia lonjakan hingga 17,02 persen pada debut pencatatannya, Rabu (8/7/2026) kemarin, nilai saham EMMI hari ini anjlok tajam. Pada jeda siang, saham tersebut terpuruk 10,55 persen ke level Rp492 per lembar.
Aktivitas transaksi emiten ini terbilang sangat ramai, mencapai Rp148,19 miliar dari perputaran 304,87 juta lembar saham melalui 124.456 kali kontrak jual beli.
Nasib serupa dialami oleh PT Nitrasanata Dhama Tbk (JECX). Sempat unjuk gigi dengan kenaikan fantastis di kisaran 24 hingga 25 persen selama dua hari pertama perdagangannya sejak 7 Juli lalu, laju kencang JECX terpaksa terhenti. Menjelang penutupan sesi I hari ini, posisinya terkoreksi dalam sebesar 14,87 persen, menyentuh titik harga Rp1.660.
Gejolak harga serupa juga menghampiri PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Sempat memicu penolakan otomatis batas atas atau auto reject atas (ARA) sesaat setelah bel pembukaan berbunyi, tren agresif tersebut gagal dipertahankan.
Derasnya tekanan pasar memaksa laju BACH menyusut, sehingga hanya mampu mengamankan kenaikan 10 persen di level Rp605 pada jeda siang, berbanding terbalik dengan lompatan 24,43 persen di hari perdananya kemarin.
JELI dan PRDL Masih Berjaya Jelang Kedatangan RANS
Meski sebagian besar pendatang baru mulai kehabisan bensin, pesona saham IPO tidak sepenuhnya luntur. Daya pikat investasi masih terlihat sangat kokoh pada PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang tidak pernah absen mengunci posisi ARA sejak pencatatan perdananya pada 7 Juli lalu.
Sentimen positif ini juga menular kepada pendatang paling baru, PT Prodia Diagnostic Linet Tbk (PRDL), yang baru saja memulai debut perdagangannya pada hari ini. Hingga sesi I berakhir, PRDL sukses mencetak penguatan solid sebesar 35 persen, memarkir harganya di angka Rp162.
Di tengah polarisasi pergerakan emiten anyar tersebut, perhatian ribuan pelaku pasar kini tertuju pada agenda besar di akhir pekan. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dijadwalkan akan melangsungkan pencatatan saham perdananya pada Jumat (10/7/2026) besok.
Antusiasme publik dikabarkan membludak, tercermin dari antrean pemesanan saham saat masa penawaran yang dilaporkan menembus lebih dari satu juta permintaan.