Suara Lantang Melly Goeslaw di Senayan: Desak Audit Menyeluruh dan Revolusi Digital di Tubuh LMKN

Ferry Noviandi

Senin, 01 Desember 2025 | 18:03 WIB
Suara Lantang Melly Goeslaw di Senayan: Desak Audit Menyeluruh dan Revolusi Digital di Tubuh LMKN
Melly Goeslaw saat memberikan pendapatnya terkait tuntutan terhadap transparansi LMKN di Gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta. [dokumentasi pribadi]
baca 10 detik
  • Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dan LMKN fokus pada transparansi tata kelola royalti musik yang dikritik keras.
  • Melly Goeslaw mendesak LMKN mewajibkan pembukaan data perhitungan royalti serta implementasi sistem digital yang transparan.
  • Baleg DPR RI menuntut perbaikan konkret LMKN melalui audit independen dan pembaruan infrastruktur digital demi akuntabilitas.

Suara.com - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) berlangsung cukup panas dan tidak sekadar menjadi pertemuan formalitas belaka.

Suasana berubah dinamis dan penuh emosi ketika musisi senior sekaligus pengusul perubahan regulasi, Melly Goeslaw, menyuarakan kegelisahan yang telah lama dipendam oleh para pencipta lagu di Tanah Air.

Dalam forum yang dihadiri oleh para pemangku kebijakan tersebut, Melly menyoroti "benang kusut" dalam tata kelola royalti musik di Indonesia.

Dengan tegas, pencipta lagu-lagu hits ini membongkar kelemahan mendasar yang selama ini melingkupi kinerja LMKN, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas.

Misteri Kotak Hitam Royalti

Poin utama yang menjadi sorotan Melly adalah ketidakjelasan arus kas royalti yang diterima oleh para pencipta.

Selama bertahun-tahun, para pemilik karya seolah dihadapkan pada sebuah "kotak hitam".

Mereka menerima sejumlah uang, namun tidak pernah mendapatkan rincian yang jelas mengenai dari mana uang itu berasal, bagaimana rumusan perhitungannya, dan mengapa jumlahnya demikian.

"Pencipta lagu berhak tahu nasib karyanya. Selama ini kami menghadapi ketidakjelasan. Tidak ada mekanisme audit yang bisa kami akses secara terbuka," kata Melly dalam paparan pandangannya di Gedung DPRRI, baru-baru ini.

baca juga

Vokalis band Potret ini menegaskan bahwa revisi regulasi yang tengah digodok tidak boleh setengah hati.

Melly mendesak agar LMKN diwajibkan secara hukum untuk membuka data seluas-luasnya kepada pemilik hak cipta.

Istri Anto Hoed ini menuntut adanya kewajiban memberikan penjelasan rinci atas distribusi royalti, bukan sekadar laporan gelondongan yang membingungkan.

Desakan Digitalisasi Mutlak

Lebih jauh, Melly mendorong adanya modernisasi sistem.

Di era serba teknologi ini, pengelolaan royalti secara manual atau semi-manual dianggap sudah usang dan rentan penyelewengan.

Ia meminta LMKN segera menyiapkan sistem digital yang transparan, sebuah dashboard atau platform yang bisa diakses real-time oleh para musisi, sehingga tidak ada lagi celah kecurigaan antara lembaga pengumpul dan pemilik hak.

Baleg Pertanyakan Kinerja LMKN

Aspirasi yang dibawa Melly Goeslaw mendapat sambutan serius dari para anggota Baleg DPR RI.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah anggota dewan secara tajam mempertanyakan kinerja LMKN selama ini.

Mereka menilai, keluhan yang disampaikan para musisi adalah bukti adanya ketidakberesan dalam manajemen internal lembaga tersebut.

Baleg menuntut LMKN untuk tidak hanya berlindung di balik regulasi lama, melainkan segera menyusun rencana perbaikan yang konkret.

Dua poin utama yang ditekankan oleh Baleg adalah pelaksanaan audit independen terhadap keuangan LMKN dan pembaruan infrastruktur digital secara menyeluruh.

"Kepercayaan pencipta lagu harus dipulihkan. Itu hanya bisa terjadi jika tata kelolanya bersih, akuntabel, dan berbasis data yang valid," ujar salah satu anggota Baleg dalam rapat tersebut.

Menuju Reformasi Tata Kelola Musik Indonesia

RDPU ini ditutup dengan sebuah kesimpulan penting yang membawa angin segar bagi industri musik Indonesia.

Kritik tajam dan masukan konstruktif yang disampaikan Melly Goeslaw tidak akan menguap begitu saja.

Baleg DPR RI menegaskan bahwa seluruh aspirasi ini akan menjadi bahan bakar utama dalam penyusunan rekomendasi legislatif.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal reformasi menyeluruh manajemen royalti di Indonesia, memastikan setiap sen yang dihasilkan dari karya seni sampai ke tangan penciptanya dengan adil dan transparan.

Perjuangan Melly dan rekan-rekan musisi di Senayan hari ini menjadi sinyal kuat bahwa era ketertutupan dalam pengelolaan royalti harus segera diakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vidi Aldiano Menang Gugatan atas Tuntutan Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution

Vidi Aldiano Menang Gugatan atas Tuntutan Rp24,5 Miliar oleh Keenan Nasution

Entertainment | Jum'at, 21 November 2025 | 12:53 WIB

Strategi Baru LMKN Atasi Kisruh Royalti Musik, Ajak Musisi Jadi Mata-Mata

Strategi Baru LMKN Atasi Kisruh Royalti Musik, Ajak Musisi Jadi Mata-Mata

Entertainment | Rabu, 19 November 2025 | 13:44 WIB

Transparansi Royalti Musik di Indonesia Bukan Mustahil, Ini Salah Satu Solusinya

Transparansi Royalti Musik di Indonesia Bukan Mustahil, Ini Salah Satu Solusinya

Entertainment | Selasa, 18 November 2025 | 06:30 WIB

Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan

Once Ungkap Sejarah Kelam Royalti Musik di Indonesia, dari Amarah Musisi Dunia dan Bencana Kelaparan

Entertainment | Senin, 17 November 2025 | 13:19 WIB

Piyu Padi: Minta Izin Nyanyikan Lagu Ada di UU Hak Cipta Baru, Bukan Gimik

Piyu Padi: Minta Izin Nyanyikan Lagu Ada di UU Hak Cipta Baru, Bukan Gimik

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 14:18 WIB

Curhat Judika di DPR Soal Kisruh Royalti: Harus Sama-Sama Diskusi, Bukan Debat

Curhat Judika di DPR Soal Kisruh Royalti: Harus Sama-Sama Diskusi, Bukan Debat

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 13:49 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×