MeetDoctor Luncurkan Diabetes Coaching Program

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 14 November 2015 | 16:38 WIB
MeetDoctor Luncurkan Diabetes Coaching Program
Peluncuran Diabetes Coaching Program yang digelar Meet Doctor di Jakarta, Sabtu (14/11/2015). (Foto: Suara.com/Ririn Indriani)

Suara.com - Memasuki tahun keempat, Meetdoctor merilis program diabetes sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi yang terdepan di area digital healthcare. Dan, salah satu dari programnya itu adalah merilis Diabetes Coaching Program, bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November.

Program ini, menurut dr. Adhiatma Gunawan, Doctorpreneur sekaligus Pendiri MeetDoctor, telah dimulai sejak Agustus hingga November 2015.

"Diabetes Coaching Program tampil dalam bentuk cetak dan coaching oleh dokter secara online dengan website-nya www.diabetes.or.id," jelasnya dalam acara peluncuran Diabetes Coaching Program di Jakarta, Sabtu (14/11/2015).

Lebih lanjut Adhiatma mengatakan bahwa Diabetes Choaching Program merupakan program yang diadopsi dari Amerika Serikat dan terbukti sangat sukses. Oleh karena itu, tambah dia, MeetDoctor tertarik untuk mengadopsi program tersebut karena ingin membantu masyarakat Indonesia untuk bisa melihat jelas bahwa diabetes dapat ditangani dengan cara yang tepat.

Dokter Santri Dwizamzami, salah satu dokter yang terlibat dalam Diabetes Coaching Program mengatakan, sejak diluncurkan pada Agustus 2015, program tersebut diikuti oleh 80 peserta dan 4 coach dokter selama 12 minggu.

"Setiap hari peserta bisa konsultasi dan langsung dijawab dokter. Selain itu, setiap minggunya ada kurikulum yang berbeda seperti mengatur pola dan porsi makan, mempelajari lemak dalam makanan, memilih makanan yang tepat, pilihan olahraga, dan masih banyak lagi," terangnya merinci.

Dengan program yang dibuat itulah, tambah Santri, nantinya akan terlihat perkembangan yang dialami oleh peserta. Salah satu peserta, Maria Melati (29) misalnya, mengaku sangat senang karena merasakan langsung manfaat yang didapat setelah 12 minggu mengikuti Diabetes Coaching Program.

Perempuan yang bekerja di sebuah laboratorium ternama itu mengemukakan bahwa manfaat yang langsung dirasakannya adalah selain gula darah yang terkontrol dengan baik,  badannya juga terasa lebih sehat dan bugar.

"Sebelum ikut program, berat badan saya hampir 79 kg dengan tinggi badan 157 cm, tapi setelah 12 minggu ikut program, berat badan saya sekarang 65 kg. jadi, lebih mudah bergerak, nggak gampang capek, dan ngerasa lebih sehat," ceritanya bersemangat.

Penurunan berat badan yang terbilang cukup drastis itu berhasil didapatnya, karena Maria mendapat arahan dari dokter yang terlibat dalam Diabetes Coaching Program mulai dari pola, jenis dan porsi makannya hingga pilihan aktivitas fisik.

"Dulu saya senang ngemil snack dan makan nasi, sekarang sudah enggak. Kalau pagi makan ubi atau kentang rebus, siang makan sayur rebus dan buah, dan perbanyak minum," jelasnya lagi.

Berkat keberhasilannya menurunkan berat badan yang berpengaruh pula pada kadar gula darah dan kolesterol yang terkontrol dengan baik, Maria semakin bersemangat untuk menjaga gaya hidup sehatnya itu.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB

Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula

Bola Ada di Tangan BPOM: Saatnya Wajibkan Label Peringatan Gula

Opini | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:03 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

5 Varian Nastar Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Cemilan Aman untuk Lebaran

5 Varian Nastar Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Cemilan Aman untuk Lebaran

Lifestyle | Minggu, 15 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB