Anak Kecanduan Gadget, Ini Cara Mengatasinya

Tomi Tresnady, Firsta Nodia

Jum'at, 27 Januari 2017 | 14:40 WIB
Anak Kecanduan Gadget, Ini Cara Mengatasinya
Anak balita sedang menonton di gadget. [shutterstock]

Suara.com - Diet tak hanya disiplin makan demi menurunkan berat badan saja. Pada anak-anak yang memiliki adiksi atau kecanduan terhadap gadget juga dianjurkan untuk menjalani diet.

Nah, diet seperti apa yang bisa mengatasi kecanduan gadget?

Disampaikan psikolog Annelia Sari dari TigaGenerasi, diet untuk mengatasi kecanduan gadget bisa dilakukan dengan mengurangi durasi pemakaiannya.

Batas penggunaan gadget sendiri, kata dia, adalah dua jam per hari pada anak berusia di atas 2 tahun. Sedangkan pada anak berusia di bawah 2 tahun tidak boleh diperkenalkan sama sekali dengan gadget.

Ia mencontohkan, pada anak yang tak bisa lepas dari gadgetnya seharian, harus dikurangi perlahan-lahan menjadi 6 jam sehari, lalu 4 jam pada hari berikutnya hingga mencapai batas 2 jam sehari.

"Seminggu dua minggu mungkin anak akan ngamuk, tapi orangtua harus sabar, dan alihkan anak dengan kegiatan lain misalnya permainan di luar ruangan yang menyenangkan," ujar dia Annelia pada temu media HiLo Drawing Competition 2017 di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Sedangkan pada anak yang tergolong mengalami adiksi ringan, Annelia menganjurkan agar orangtua langsung menghentikan pemakaian gadget sama sekali.

"Pada adiksi ringan memang tergolong lebih mudah diatasi daripada adiksi berat. Tapi orangtuanya harus mencontohkan. Jangan sampai anak dilarang, tapi orangtuanya tetap main gadget di depan anak," tambah dia.

Bahkan, Annelia menyarankan orangtua memiliki spot tersendiri di rumah untuk menggunakan gadget. Sehingga orangtua dan anak bisa disiplin untuk mengatasi masalah kecanduan gadget.

"Sebaiknya orangtua punya gadget station di luar kamar. Jadi nggak hanya berlaku pada anak tapi orangtua. Begitu juga ketika makan, harus di meja makan tidak boleh sambil nonton televisi atau bermain gadget. Banyak yang bisa diajarkan orangtua saat momen makan tanpa gadget," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Psikolog: Anak Boleh Pakai Gadget, Asal...

Psikolog: Anak Boleh Pakai Gadget, Asal...

Health | Jum'at, 27 Januari 2017 | 05:00 WIB

Penelitian: Radiasi Ponsel Tidak Bunuh Sperma Anda

Penelitian: Radiasi Ponsel Tidak Bunuh Sperma Anda

Tekno | Rabu, 28 Desember 2016 | 22:25 WIB

Gadget Bikin Anak Pintar? Ini Kata Psikolog

Gadget Bikin Anak Pintar? Ini Kata Psikolog

Health | Jum'at, 25 November 2016 | 07:12 WIB

Ini Tanda Anak Kecanduan Gawai

Ini Tanda Anak Kecanduan Gawai

Health | Kamis, 24 November 2016 | 21:00 WIB

Awas! Sering Gunakan Gadget, Bisa Picu Gangguan Mental

Awas! Sering Gunakan Gadget, Bisa Picu Gangguan Mental

Health | Senin, 10 Oktober 2016 | 16:28 WIB

Awas! Keranjingan Akses Medsos Picu Depresi

Awas! Keranjingan Akses Medsos Picu Depresi

Health | Selasa, 20 September 2016 | 14:00 WIB

Banyak Unsur Kekerasan dan Pornografi dalam Game

Banyak Unsur Kekerasan dan Pornografi dalam Game

Health | Kamis, 11 Agustus 2016 | 06:39 WIB

Terlalu Dini Kenalkan Gawai pada Anak, Ini Bahayanya

Terlalu Dini Kenalkan Gawai pada Anak, Ini Bahayanya

Health | Rabu, 27 Juli 2016 | 21:06 WIB

Ini Bahaya Melihat Layar Ponsel di Malam Hari

Ini Bahaya Melihat Layar Ponsel di Malam Hari

Health | Senin, 11 Juli 2016 | 14:43 WIB

Terkini

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

×