Ini Alasan Orang Dewasa Tak Mengingat Peristiwa Waktu Bayi

Vika Widiastuti | Suara.com

Jum'at, 18 Januari 2019 | 07:25 WIB
Ini Alasan Orang Dewasa Tak Mengingat Peristiwa Waktu Bayi
Ilustrasi anak lelaki memejamkan matanya sambil berimajinasi. [shutterstock]

Suara.com - Bukan hal yang sulit untuk mengingat peristiwa di masa lalu yang baru terjadi. Seperti, ulang tahun atau kunjungan ke rumah nenek. Namun, Apakah Anda masih mengingat peristiwa saat masih bayi? mungkin tidak.

Saat ini mungkin Anda merenungkan, mengapa Anda tak mengingat peristiwa-peristiwa penting saat masih balita. Melansir ScienceABC, jawabannya telah diteliti dan berkaitan dengan sistem memori kita atau lebih tepatnya cara sistem memori berkembang.

Kondisi di mana manusia tidak mengingat apa yang terjadi sebelum usia 2-3 tahun atau memiliki ingatan yang tidak menentu pada usia 4-7 tahun disebut sebagai amnesia infantil.

Bayi pada dasarnya memiliki 'memori', tetapi ada tanggal kedaluwarsanya. Dipercayai bahwa alasan kita tak bisa mengingat banyak mengenai masa kanak-kanak adalah karena sebagai anak muda, kita tidak mampu membentuk ingatan tentang peristiwa semacam itu.

Namun, banyak penelitian menyimpulkan, bayi dapat dan memang membentuk ingatan, termasuk ingatan implisit dan eksplisit. Sebagai informasi, ingatan implisit adalah ingatan prosedural yang memungkinkan kita menyelesaikan tugas-tugas dasar tanpa secara eksplisit perlu berpikir. Di antaranya seperti mengingat cara berjalan.

Sementara, ingatan eksplisit membutuhkan upaya sadar untuk mengingat kembali, seperti mengingat gerakan tarian tertentu yang diajarkan seorang guru.

Tingkat retensi memori meningkat selama masa kanak-kanak. Dalam penelitiannya, psikolog terkenal Patricia Bauer mengungkapkan, kemampuan seseorang dalam mengingat hal-hal untuk jangka lama semakin membaik sepanjang masa kanak-kanak. Dalam penelitian tersebut, balita diajarkan untuk meniru. Hal tersebut bertujuan untuk menguji kemampuan mengingat mereka.

Dari penelitian itu diketahui, bayi 6 bulan mampu mengingat apa yang harus dilakukan selama 24 jam (tetapi tak lebih dari 48 jam). Sementara, bayi yang berusia 9 bulan dapat mengingat apa yang harus dilakukan selama 1 bulan (tetapi tak lenih dari 3 bulan).

Pada usia dua tahun, bayi dapat mengingat bagaimana melakukan tugas yang diajarkan kepada mereka bahkan setahun sebelumnya.

Selain itu, ketika bayi baru lahir, otaknya hanya seperempat dari ukuran otak orang dewasa. Saat bayi berusia 2 tahun, otaknya telah berkembang menjadi tiga perempat dari ukuran otak orang dewasa.

Perubahan ukuran ini merangsang pertumbuhan neuron dan juga memangkas beberapa koneksi. Jadi, Anda mungkin bertanya-tanya, apakah perkembangan otak pada masa bayi berhubungan dengan kegagalan kita untuk mengingat kembali kenangan masa kecil kita?

Ilustrasi otak (Pixabay/ColiN00B)
Ilustrasi otak (Pixabay/ColiN00B)

Namun, untuk mengatahui tentang hal itu, kita perlu memahami dulu mengenai hippocampus, bagian otak yang berperan menentukan ingatan episodik atau ingatan tentang peristiwa yang terjadi pada kita.

Saat beberapa bagian otak terus berkembang setelah kita dilahirkan, hippocampus menjadi salah satu yang terus memproduksi neuron baru hingga dewasa.

Saat kita masih kecil, dentate gyrus, bagian penting hippocampus, menjadi alat penambah dalam memproduksi neuron secara aktif. Neuron yang baru dihasilkan ini diintegrasikan ke dalam sirkuit hippocampal.

Hippocampus (Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Hippocampus (Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Lalu bagaimana selanjutnya? lihat selengkapnya ya,

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenis Kelamin Bayi Beda dengan Saat USG, Ini Penjelasan Dokter

Jenis Kelamin Bayi Beda dengan Saat USG, Ini Penjelasan Dokter

Health | Selasa, 15 Januari 2019 | 19:44 WIB

Tak Sengaja Beri Makan Saus Pedas ke Bayinya, Pria Ini Diperiksa Polisi

Tak Sengaja Beri Makan Saus Pedas ke Bayinya, Pria Ini Diperiksa Polisi

Health | Selasa, 15 Januari 2019 | 07:20 WIB

Seorang Ibu Gunakan Mainan Seks Obati Sesak di Dada Bayinya

Seorang Ibu Gunakan Mainan Seks Obati Sesak di Dada Bayinya

Health | Senin, 14 Januari 2019 | 20:05 WIB

Perut Buncit Bikin Ukuran Otak Menyusut?

Perut Buncit Bikin Ukuran Otak Menyusut?

Health | Kamis, 10 Januari 2019 | 13:33 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB