Kale Masuk Daftar Sayuran dengan Kadar Pestisida Tertinggi, Ini Alasannya

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 21 Maret 2019 | 15:30 WIB
Kale Masuk Daftar Sayuran dengan Kadar Pestisida Tertinggi, Ini Alasannya
Ilustrasi sayuran dengan kadar pestisida. (khasiat.co.id)

Suara.com - Kale Masuk Daftar Sayuran dengan Kadar Pestisida Tertinggi, Ini Alasannya.

Nasib sayuran kale sangat menyedihkan. Setelah selama ini mendapat imej sebagai sayuran sehat yang digemari pelaku diet sehat, baru-baru ini kale masuk dalam daftar sayuran dan buah-buahan yang paling banyak mengandung pestisida, menurut Environtmental Working Group (EWG).

Para peneliti menemukan bahwa 92 persen sampel sayuran berdaun hijau ini mengandung residu pestisida. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan apalagi Kale memiliki banyak penggemar akhir-akhir ini karena label superfood yang disandangnya.

Nneka Leiba, direktur program sains hidup sehat EWG, mengatakan bahwa salah satu pestisida yang terdeteksi sayuran Kale adalah Dacthal yang telah dilarang di Eropa sejak 2009 karena kemungkinan sifat karsinogen dilansir Foxnews.

Leiba mengatakan bahwa, EWG tidak merekomendasikan menghilangkan kale dari diet Anda sepenuhnya. Ia hanya ingin orang-orang memprioritaskan sayuran organik jika mampu untuk menghindari kontaminasi pestisida.

Namun tentu saja harganya yang mahal membuat sayuran organik sepi peminat. Untuk seikat kale organik harganya bisa mencapai Rp 44 ribu. Sementara kale non organik harganya Rp 22 ribu.

"Sangat disayangkan karena ini bukan kesalahan kale. Hal ini terjadi karena maraknya penggunaan pestisida oleh petani," ujar Leiba.

Ia pun mengimbau agar petani menghindari penggunaan pestisida untuk sayuran agar masyarakat tak menghindari untuk mengonsumsinya. Di satu sisi semua negara tengah mengampenyekan pola hidup sehat salah satunya dengan memperbanyak asupan sayur dan buah.

Kale sendiri adalah salah satu sayuran berdaun hijau yang kaya akan vitamin K, vitamin C dan tembaga. Mengonsumsi 67 gram sayuran ini, akan membantu membangun kekebalan Anda dan melawan penyakit menular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rasa Jus Pare di Taiwan Bikin Ashanty Terkejut

Rasa Jus Pare di Taiwan Bikin Ashanty Terkejut

Lifestyle | Kamis, 14 Maret 2019 | 07:05 WIB

Tiga Jus Buah Ini Bisa Atasi Sembelit, Coba Yuk!

Tiga Jus Buah Ini Bisa Atasi Sembelit, Coba Yuk!

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 19:12 WIB

Banyak Manfaat Konsumsi Jus Sayuran Hijau, Coba Yuk!

Banyak Manfaat Konsumsi Jus Sayuran Hijau, Coba Yuk!

Lifestyle | Selasa, 29 Januari 2019 | 16:00 WIB

Selain Atasi Anemia, Ini Sederet Manfaat Bayam Merah

Selain Atasi Anemia, Ini Sederet Manfaat Bayam Merah

Lifestyle | Jum'at, 18 Januari 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB