Pakar : Mendongeng Bisa Sembuhkan Trauma pada Anak

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Selasa, 26 November 2019 | 13:59 WIB
Pakar : Mendongeng Bisa Sembuhkan Trauma pada Anak
Ilustrasi ibu mendongeng

Suara.com - Pakar : Mendongeng Bisa Sembuhkan Trauma pada Anak

Mendongeng merupakan salah satu kegiatan menyenangkan yang banyak disukai oleh anak-anak. Apalagi, kegiatan ini juga diyakini memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas si kecil. 

Bukan cuma itu, Konselor dan Pemerhati Anak, Muhammad Agus Syafii dalam siaran pers yang diterima Suara.com menyampaikan, jika mendongeng dapat dijadikan sebagai terapi pemulihan trauma dan bisa menyembuhkan kecanduan gadget pada anak lho. 

"Mendongeng bisa menjadi terapi bagi anak yang kecanduan gadget. Serta membantu trauma healing, seperti pada kasus-kasus pasca bencana, kekerasan, pasca-perceraian orangtua," jelas Agus Syafii yang juga pendiri Rumah Amalia, rumah belajar untuk anak yatim dan duafa tersebut. 

Contohnya, saat anak-anak terkena musibah banjir besar atau gempa tiba-tiba, menghancurkan perkampungan dan menyebabkan mereka harus tinggal di pengungsian. Ini bisa yang menyebabkan anak-anak bahkan orang dewasa mengalami trauma. 

Mereka, kata Agus bisa menjadi panik, cemas, takut berlebihan saat melihat langit mulai mendung dan rintik hujan ataupun anak yang kecanduan gajet tiba-tiba tidak bisa login di media sosial teriak-teriak histeris. 

Mendongeng di Rumah Amalia, rumah belajar untuk anak yatim dan duafa [press release]
Mendongeng di Rumah Amalia, rumah belajar untuk anak yatim dan duafa [press release]

"Di sinilah manfaat mendongeng akan mengubah perasaan tersebut. Karena mendongeng ini terapi menghibur, inilah yang membuat siapapun yang melakukannya merasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya hilang," ungkapnya. 

Meski begitu, terapi mendongeng dalam proses trauma healing setiap anak berbeda-beda. Lama waktunya, kata dia tergantung dari kondisi yang dialami si anak. Ada yang bisa cepat mengatasi trauma, ada juga butuh waktu. Trauma healing dengan dongeng sendiri dapat disesuaikan dengan kondisi anak. 

Jika mereka sudah terlihat lebih tenang dan memiliki kepercayaan juga merasa nyaman pendongeng terapis, maka proses penyembuhan pun lebih mydah dilakukan.

baca juga

"Kita bisa juga mulai memberikan dongeng misalnya dengan tema “Singkirkan Hp mu, bermain yuk!” Sehingga anak-anak bisa meninggalkan gajet dan memilih bermain lari-larian, petak umpet, kena-kenaan, patung Pancoran, tepuk nyamuk," kata dia.

Hal ini juga diharapkan dapat mempengaruhi pola pikir dan mengubah cara pandang mereka. Sehingfa ke depannya anak yang mengalami trauma maupun anak yang kecanduan gadget bisa pulih kembali. Hidup mereka lebih nyaman, lebih bahagia dan mereka dapat menemukan jati dirinya.

Agus mengatakan, di Rumah Amalia sendiri kegiatan mendongeng telah menjadi program khusus dengan jadwal yang rutin. Hal tersebut dilakukan agar manfaatnya dapat lebih besar dirasakan oleh anak.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kids Corner Biennale Jogja 2019, Asiknya Workshop Dongeng Bersama PM Toh

Kids Corner Biennale Jogja 2019, Asiknya Workshop Dongeng Bersama PM Toh

Lifestyle | Kamis, 21 November 2019 | 12:33 WIB

Ingin Mendongeng Anak, Baiknya Lewat Lisan atau Digital Ya?

Ingin Mendongeng Anak, Baiknya Lewat Lisan atau Digital Ya?

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:10 WIB

Cegah Anak Kecanduan Gadget dengan Dongeng? Ini Tips dari Pakar

Cegah Anak Kecanduan Gadget dengan Dongeng? Ini Tips dari Pakar

Health | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:42 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×