WHO: Belum Ada Bukti Pasien Covid-19 yang Sembuh Kebal Terhadap Virus

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Minggu, 26 April 2020 | 13:25 WIB
WHO: Belum Ada Bukti Pasien Covid-19 yang Sembuh Kebal Terhadap Virus
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 belum tentu kebal dengan adanya antibodi dari infeksi sebelumnya.

"Belum ada bukti bahwa orang yang pernah menderita Covid-19 tidak akan mendapatkan infeksi kedua," kata WHO dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan Jumat (24/4/2020).

Hal ini memperingatkan pemerintah yang sedang menimbang mengeluarkan 'paspor imunitas' kepada orang-orang yang memiliki Covid-19, dengan asumsi mereka aman untuk menjalankan kehidupan normal.

"Pada titik pandemi ini, tidak ada cukup bukti tentang efektivitas kekebalan yang dimediasi antibodi untuk menjamin akurasi 'paspor imunitas' atau 'sertifikat bebas risiko'," tutur WHO, dikutip CNN Internasional.

Maria Van Kerkhove dari WHO sebelumnya mengatakan tidak diketahui apakah orang yang telah terpapar virus menjadi benar-benar kebal. Laporan singkat WHO yang baru menggarisbawahi pernyataan itu, dan cocok dengan pernyataan ilmiah lainnya tentang gagasan mengembangkan kekebalan.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Selama briefing pada Jumat kemarin, Infectious Diseases Society of America (IDSA) memperingatkan bahwa tidak cukup bukti tentang tes antibodi akan membangun kekebalan.

"Kami tidak tahu apakah pasien yang memiliki antibodi ini masih berisiko terinfeksi ulang dengan Covid-19. Untuk saat ini, aku pikir kita harus berasumsi bahwa mereka bisa berisiko terinfeksi ulang," kata Mary Hayden, juru bicara IDSA dan kepala Divisi Penyakit Menular di Rush University Medical Center.

"Kami tidak tahu bahkan jika antibodi itu protektif, tingkat perlindungan apa yang mereka berikan, sehingga bisa lengkap, bisa parsial, atau berapa antibodi itu bertahan," kata Hayden.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Ia menambahkan, tanggapan antibodi akan semakin berkurang seiring waktu.

baca juga

Oleh karenanya, pemerintah dianjurkan mengatakan kepada masyarakatnya untuk tidak mengubah perilaku mereka dengan terus menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan imbauan umum lainnya.

Hayden khawatir jika masyarakat telah salah menafsirkan masalah antibodi ini, dan jadi menempatkan diri mereka pada risiko yang tidak perlu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Karhutla: Ketika Negara Sibuk Mencari Kambing Hitam, Api Terus Menjalar

Karhutla: Ketika Negara Sibuk Mencari Kambing Hitam, Api Terus Menjalar

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:50 WIB

Menelisik Rencana Efisiensi Bisnis Marine Service Pelindo

Menelisik Rencana Efisiensi Bisnis Marine Service Pelindo

Opini | Rabu, 09 September 2026 | 13:48 WIB

Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile

Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 13:46 WIB

Review The Girl in the River: Misteri Pembunuhan yang Kehilangan Taringnya

Review The Girl in the River: Misteri Pembunuhan yang Kehilangan Taringnya

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:46 WIB

Perbedaan Mesh Cushion dan Sponge Cushion, Lengkap dengan 3 Rekomendasi Produknya

Perbedaan Mesh Cushion dan Sponge Cushion, Lengkap dengan 3 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 13:45 WIB

Helikopter Ambulans Jatuh di Sarawak, 5 Petugas Medis dan Pilot Malaysia Tewas

Helikopter Ambulans Jatuh di Sarawak, 5 Petugas Medis dan Pilot Malaysia Tewas

News | Rabu, 09 September 2026 | 13:45 WIB

Still Shining Tayang Oktober, Kisahkan Dua Sahabat yang Terpisah 60 Tahun

Still Shining Tayang Oktober, Kisahkan Dua Sahabat yang Terpisah 60 Tahun

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:45 WIB

Titik Api TPA Galuga Padam, Petugas Fokus Urai Asap Tebal Pakai Alat Berat

Titik Api TPA Galuga Padam, Petugas Fokus Urai Asap Tebal Pakai Alat Berat

Jabar | Rabu, 09 September 2026 | 13:44 WIB

4 Toner Pad PHA Penyelamat Eksfoliasi Lembut Kulit Sensitif dan Bebas Perih

4 Toner Pad PHA Penyelamat Eksfoliasi Lembut Kulit Sensitif dan Bebas Perih

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:43 WIB

D.O. EXO Ungkap Getaran Cinta Bak Petikan Gitar di Lagu Terbaru, Guitarist

D.O. EXO Ungkap Getaran Cinta Bak Petikan Gitar di Lagu Terbaru, Guitarist

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:42 WIB

×