Si Kecil Jarang Tidur Siang, Apa Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak?

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Selasa, 28 April 2020 | 12:14 WIB
Si Kecil Jarang Tidur Siang, Apa Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak?
Anak tidur siang. (Gambar oleh Steffen Eckart dari Pixabay)

Suara.com - Si Kecil Jarang Tidur Siang, Apa Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak?

Penerapan social distancing yang mengharuskan kita berada di rumah aja memberikan tantangan tersendiri, terutama untuk para orangtua.

Misalnya, karena berada di rumah seharian, anak jadi jarang tidur siang dan maunya main melulu. Akhirnya orangtua menjadi khawatir hal ini malah justru berbahaya bagi kesehatan anak.

Berbicara dalam Live IG 'Penanganan Kondisi Anak Sehari-hari untuk Supermom', dokter spesialis anak dr Rachman Indra Jaya, Sp.A mengatakan bahwa tiap-tiap anak memiliki waktu tidur yang sesuai dengan kelompok usianya masing-masing.

"American Sleep Association membagi waktu tidur sesuai usia. Ada yang untuk anak 0-12 bulan, 1-2 tahun, 3-4 tahun, 5-10 tahun itu dibagi dalam 24 jam dia harus tidur berapa jam," jelasnya, ditulis Selasa (28/4/2020).

Misalnya untuk anak berusia 2,5 tahun. Disebutkan dalam rentang usia tersebut rata-rata anak harus tidur total 12-14 jam dalam sehari.

dr. Rachman mengatakan, jika anak tidak tidur siang maka bisa diganti dengan tidur malam, dan perhatikan untuk tidak menidurkan anak terlalu malam. Sebaiknya dibawa tidur lebih awal.

Tidur memperbaiki dan menguatkan kekebalan tubuh pada anak yang diperlukan tubuhnya untuk bertumbuh. Apabila anak kurang tidur atau kurang istirahat, maka kekebalan tubuhnya juga akan turun.

"Hormon-hormon akan terganggu, seperti hormon pertumbuhan, sehingga mengganggu tumbuh kembang anak tersebut," lanjutnya.

baca juga

Ia mengimbau kepada para orangtua yang berada di rumah aja untuk selalu memanatau anak-anaknya, terutama tumbuh-kembang yang harus dipantau secara maksimal.

Anak tidur siang. (Gambar oleh fujikama dari Pixabay)
Anak tidur siang. (Gambar oleh fujikama dari Pixabay)

Kemudian ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti imunisasi. Jika sudah jadwalnya maka harus tetap dilaksanakan.

"Karena dengan tidak melakukan imunisasi kita akan menambah pandemi-pandemi yang baru terjadi," tutur dr Rachman.

Orangtua harus lebih jeli memerhatikan anak-anaknya. Apabila anak sakit, kita harus mengetahui apa penyebab penyakitnya.

Jika anak mengalami alergi, jauhi pencetusnya. Jika anak mengalami demam, bisa diberikan paracetamol dan kompres air hangat.

Jangan lupa untuk selalu berusaha mencukupi asupan nutrisi anak, karena dengan asupan nutrisi dia akan membentuk imunitas di dalam tubuhnya, dan akan sulit sekali terkena penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi.

"Lebih perhatikan anak, karena efek psikologis juga sangat penting bagi perkembangan anak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidur Siang Selama Karantina Punya Manfaat Beragam, Termasuk Turunkan BB!

Tidur Siang Selama Karantina Punya Manfaat Beragam, Termasuk Turunkan BB!

Health | Senin, 27 April 2020 | 08:33 WIB

Jaga Imunitas, Begini Cara Bujuk Anak untuk Tidur Siang saat Wabah Corona

Jaga Imunitas, Begini Cara Bujuk Anak untuk Tidur Siang saat Wabah Corona

Health | Rabu, 15 April 2020 | 10:15 WIB

Moms, Ini Inovasi Advanced untuk Turunkan Sensitivitas si Kecil

Moms, Ini Inovasi Advanced untuk Turunkan Sensitivitas si Kecil

Health | Kamis, 02 April 2020 | 15:16 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×