Ahli: Memakai Masker Jangka Panjang Mengurangi Pasokan Oksigen Darah

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 27 Mei 2020 | 16:30 WIB
Ahli: Memakai Masker Jangka Panjang Mengurangi Pasokan Oksigen Darah
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pensiunan ahli bedah saraf percaya, bahwa memakai masker dalam jangka panjang bisa berefek pada kesehatan, mengurangi pasokan oksigen dalam darah.

Dilansir dari The Jerussalem Post, Dr. Russell Blaylock, bahwa efek samping penggunaan masker dalam jangka waktu lama bisa bervariasi setiap orangnya.

"Dapat bervariasi dari sakit kepala hingga peningkatan resistensi saluran napas, akumulasi karbon dioksida, hipoksia, hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa," kata Blaylock.

Efek samping bervariasi tergantung pada apakah itu masker kain, masker sekali pakai, maupun masker respirator N95.

Dia menyoroti satu penelitian terhadap 212 petugas kesehatan yang melaporkan mengalami sakit kepala saat menggunakan masker N95. Mereka dilihat durasi sakit kepala, jenis sakit kepala dan apakah memiliki sakit kepala yang sudah ada sebelumnya.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Studi ini menemukan bahwa sekitar sepertiga pekerja mengalami sakit kepala saat menggunakan masker N95, mayoritas memiliki sakit kepala yang sudah ada sebelumnya yang diperburuk oleh penggunaan masker, dan sekitar tiga dari lima orang membutuhkan obat pereda nyeri untuk meredakan sakit kepala.

Meskipun tali pengikat atau tekanan dari masker dianggap sebagai penyebab potensial, bukti menunjukkan sakit kepala disebabkan oleh berkurangnya oksigenasi darah atau peningkatan karbon dioksida dalam darah.

"Diketahui bahwa masker N95, jika dipakai berjam-jam, dapat mengurangi oksigenasi darah sebanyak 20 persen," tulis Blaylock dalam sebuah laporan.

Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)
Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)

"Ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, seperti yang terjadi pada orang malang yang mengemudi sendirian di mobilnya mengenakan masker N95, menyebabkan dia pingsan, dan menabrakkan mobilnya," tambahnya.

"Saya yakin bahwa kami memiliki beberapa kasus orang lanjut usia atau orang dengan fungsi paru-paru  tertentu yang pingsan dan tentu saja dapat menyebabkan kematian," ungkap Blaylock.

Sebuah studi yang lebih baru meneliti 159 petugas kesehatan antara usia 21 dan 35 menemukan bahwa 81 persen mengalami sakit kepala melalui penggunaan masker.

Studi ketiga mengukur oksigen darah dari 53 ahli bedah menggunakan oksimeter sebelum dan sesudah operasi.

"Para peneliti menemukan bahwa masker mengurangi kadar oksigen darah secara signifikan. Semakin lama durasi memakai masker, semakin besar penurunan kadar oksigen dalam darah," tulis Blaylock.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Masker Wajah Alami Kareena Kapoor Terungkap, Begini Cara Bikinnya

Rahasia Masker Wajah Alami Kareena Kapoor Terungkap, Begini Cara Bikinnya

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2020 | 14:22 WIB

WHO: Amerika Episentrum Baru Pandemi COVID-19

WHO: Amerika Episentrum Baru Pandemi COVID-19

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 14:19 WIB

Komisi IV Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan Pangan

Komisi IV Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan Pangan

DPR | Rabu, 27 Mei 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB