Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Olahraga Ini selama 40 Menit!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 21 Juli 2020 | 15:07 WIB
Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Olahraga Ini selama 40 Menit!
Ilustrasi olahraga (shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah pemicu dari sejumlah penyakit kronis, seperti sakit jantung dan stroke. Karena, kondisi ini menyempitkan pembuluh darah seiring berjalannya waktu.

Pembuluh darah yang sempit berakibat pada kurangnya pasokan darah ke jantung. Pada akhirnya, kondisi itu bisa memicu serangan jantung dan penyakit jantung.

Salah satu cara untuk mengurangi tekanan darah tinggi adalah olahraga. Menurut Mayo Clinic, jantung yang lebih kuat bisa memompa banyak darah.

Jika jantung Anda bisa bekerja lebih sedikit untuk memompa darah, kekuatan pada arteri akan berkurang dan menurunkan tekanan darah.

Dalam hal ini, fisik yang lebih aktif bisa membantu menurunkan tekanan darah sistolik Anda, angka teratas dalam pembacaan tekanan darah dengan rata-rata 4 hingga 9 milimeter air raksa (mmHg).

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Penurunan tekanan darah sistolik ini sangat penting, karena memberikan gambaran terbaik tentang risiko terkena stroke atau serangan jantung. Terlebih lagi, olahraga menawarkan cara yang paling efektif untuk menurunkan berat badan.

"Menjaga kelebihan berat badan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang bisa meningkatkan tekanan darah," jelas NHS dikutip dari Express.

Olahraga yang tepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi

American College of Cardiology (ACC) dan American Heart Association (AHA) menyarankan aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat selama 40 menit, sebanyak 3 hingga 4 kali per minggu untuk menurunkan tekanan darah.

Jika Anda kesulitan meluangkan waktu 40 menit untuk olahraga, Anda bisa membagikan menjadi 3 atau 4 segmen dalam sehari.

Dalam studi lain, orang dewasa usia lanjut yang tidak aktif dan berpartisipasi dalam latihan aerobik bisa menurunkan tekanan darah mereka sampai rata-rata 3,9 persen sistolik dan 4,5 persen diastolik.

Karena, latihan aerobik bisa membuat jantung terpompa dan Anda bernapas lebih cepat seperti ketika bersepeda atau berjalan cepat.

Ilustrasi olahraga, aerobik (shutterstock)
Ilustrasi olahraga, aerobik (shutterstock)

Diet

Tips lain untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah diet. Diet ini artinya Anda perlu menghindari makanan yang bisa memicu tekanan darah tinggi. Salah satunya, Anda perlu mengurangi jumlah asupan garam harian.

"Usahakan makan kurang dari 6 gram (0,2 oz) garam sehari, yaitu sekitar satu sendok teh," jelas ahli.

Konsumsi makanan rendah lemak yang mengandung banyak serat, seperti nasi gandum, roti, pasta dan banyak buah serta sayuran bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Minum terlalu banyak alkohol secara teratur juga bisa meningkatkan tekanan darah dari waktu ke waktu, sehingga penting untuk mematuhi panduan yang direkomendasikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Berserat hingga Olahraga, 5 Cara Jaga Kadar Gula Darah secara Alami

Makan Berserat hingga Olahraga, 5 Cara Jaga Kadar Gula Darah secara Alami

Health | Selasa, 21 Juli 2020 | 13:13 WIB

5 Cara Mudah Membakar Kalori, Salah Satunya Rajin Belanja di Mall

5 Cara Mudah Membakar Kalori, Salah Satunya Rajin Belanja di Mall

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2020 | 12:57 WIB

Tak Boleh Asal, Ini Pemanasan Sebelum Bersepeda Jarak Jauh

Tak Boleh Asal, Ini Pemanasan Sebelum Bersepeda Jarak Jauh

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB