Update Covid-19 Global: RS di India Kekurangan Tabung Oksigen

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 06:54 WIB
Update Covid-19 Global: RS di India Kekurangan Tabung Oksigen
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus Covid-19 di India telah melampaui 5 juta lebih setelah mengalami penambahan infeksi sebanyak 91.120 dalam satu hari kemarin. Update Covid-19 global menunjukkan bahwa selain alami kasus baru melonjak, angka kematian harian India juga terbanyak di dunia.

Tercatat sebanyak 1.283 jiwa meninggal pada Selasa (15/9), sehingga total seluruhnya menjadi 82.091 orang meninggal dunia. Sementara pasien sembuh telah mencapai 3.939.111 orang.

Lonjakan pasien telah membuat sejumlah rumah sakit di India kewalahan. Bahkan beberapa di antaranya kekurangan tabung oksigen.

Sekitar 44 dari 50 tempat tidur rumah sakit ditempati oleh pasien Covid-19, dan banyak di antaranya membutuhkan pipa oksigen dari tangki untuk bernapas. Setiap tangki kecil habis dalam enam jam, bukan sembilan jam seperti biasanya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 persen pasien Covid-19 membutuhkan bantuan pernapasan. Beberapa orang tampaknya tidak mengalami gangguan pernapasan, tetapi setelah diperiksa memiliki kadar oksigen yang sangat rendah atau disebut hipoksia. Sebagian kecil dari pasien yang sakit kritis membutuhkan ventilator.

Dikutip dari BBC, sekitar 500 pabrik yang tersebar di seluruh India mengekstraksi dan memurnikan oksigen dari udara. Oksigen untuk keperluan medis biasanya menyumbang 15 persen dari keseluruhan persediaan. Sisanya, oksigen industri, terutama dipasok ke industri baja dan mobil untuk menjalankan tanur sembur.

Meski begitu, angka kesembuhan di India hampir mendekati Amerika Serikat yang memiliki total kasus positif Covid-19 sebanyak 6.781.156 dengan kesembuhan 4.055.231 orang dan kematian 199.947 jiwa. AS masih menempati posisi pertama dengan negara terbanyak memiliki kasus virus corona.

Disusul India peringkat kedua, kemudian Brasil yang memiliki total kasus 4.382.236 orang, bertambah 32.719 dalam satu hari. Dengan angka kesembuhan 3.613.184 dan total meninggal akibat terinfeksi virus corona 133.119 jiwa.

Data dari situs worldometers.info, total infeksi virus corona di dunia per Rabu (16/9) pukul 06.10 WIB telah mencapai 29.684.837 orang, bertambah 248.290 orang baru terinfeksi dalam satu hari. Sementara angka kematian mencapai 937.709 jiwa dan sembuh 21.453.170 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: China Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Skala Besar

Update Covid-19 Global: China Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Skala Besar

Health | Selasa, 15 September 2020 | 09:56 WIB

Angka Kasus Corona RI Kian Meroket, Hari Ini 118 Pasien Covid Meninggal

Angka Kasus Corona RI Kian Meroket, Hari Ini 118 Pasien Covid Meninggal

News | Senin, 14 September 2020 | 16:01 WIB

Update Covid-19 Global: Angka Kematian Dokter Indonesia Tertinggi di Asia

Update Covid-19 Global: Angka Kematian Dokter Indonesia Tertinggi di Asia

Health | Senin, 14 September 2020 | 09:49 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB