Infeksi Covid-19 Kembali Buktikan Bahwa Obesitas Sangat Membahayakan Tubuh

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 17 November 2020 | 19:27 WIB
Infeksi Covid-19 Kembali Buktikan Bahwa Obesitas Sangat Membahayakan Tubuh
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Pandemi virus corona kembali menyorot masalah obesitas, menunjukkan bahwa obesitas bukan lagi kondisi yang merugikan dalam jangka panjang, tetapi dampaknya pun sangat merusak pengidapnya.

Dalam laporan terbaru, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan sebanyak 73% pasien Covid-19 adalah orang obesitas.

Awalnya dokter meyakini bahwa obesitas hanya meningkatkan risiko Covid-19 parah dan kematian, bukan peluang untuk terinfeksi.

Sekarang analisis yang lebih baru menunjukkan obesitas juga membuat seseorang rentan terhadap penularan virus corona. Hal ini menjadi sangat jelas bahwa orang obesitas menghadapi bahaya yang nyata.

Dilansir Live Science, obesitas dikaitkan dengan setidaknya 236 diagnosis medis, termasuk 13 jenis kanker. Obesitas juga dapat mengurangi usia seseorang hingga 8 tahun.

Penampakan SARS-CoV-2 di saluran pernapasan (New England Journal of Medicine)
Penampakan SARS-CoV-2 di saluran pernapasan (New England Journal of Medicine)

Bagaimana obesitas menyebabkan Covid-19 parah, bahkan hingga kematian?

Catherine Varney, dokter pengobatan keluarga di Gordonville, Virginia, menjelaskan dari bagian fungsi dari jaringan adiposa, penyimpan lemak.

"Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mempelajari jaringan adiposa sendiri berbahaya. Ini melepaskan banyak hormon dan molekul yang menyebabkan keadaan peradangan kronis pada pasien dengan obesitas," sambungnya.

Ketika tubuh dalam keadaan peradangan tingkat rendah yang konstan, tubuh melepaskan sitokin, protein yang melawan peradangan. Protein ini menjaga tubuh tetap waspada dan siap melawan penyakit.

baca juga

Namun ketika sitokin ini dilepaskan secara kronis, ketidakseimbangan dapat terjadi yang justru menyebabkan cedera di dalam tubuh.

Sementara itu, Covid-19 menyebabkan tubuh membuat badai sitokin lain. "Ketika pasien obesitas terjangkit Covid-19, dua pelepasan sitokin ini datang secara bersamaan, menyebabkan peradangan berlebih yang dapat merusak paru-paru daripada pasien dengan IMT normal," lanjutnya.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

"Selain itu, keadaan peradangan kronis ini dapat menyebabkan sesuatu yang disebut disfungsi endotel. Dalam kondisi ini, alih-alih membuka, pembuluh darah menutup dan menyempit, yang selanjutnya menurunkan oksigen ke jaringan," imbuhnya lagi.

Peningkatan jaringan adiposa juga keungkinan memiliki lebih banyak reseptor ACE-2.

Sebuah penelitian baru menunjukkan hubungan peningaktan ACE-2 di jaringan adiposa daripada jaringan paru-paru. Jadi, temuan ini semakin memperkuat hipotesis bahwa obesitas memainkan peran utama dalam infeksi Covid-19.

"Secara teori, jika Anda memiliki lebih banyak jaringan adiposa, virus dapat mengikat dan menyerang lebih banyak sel, menyebabkan viral load lebih tinggi yang bertahan lebih lama, yang dapat membuat infeksi lebih parah dan memperpanjang masa infeksi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Obesitas, Inggris Larang Iklan Online Makanan Cepat Saji

Kurangi Obesitas, Inggris Larang Iklan Online Makanan Cepat Saji

News | Rabu, 11 November 2020 | 12:27 WIB

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Health | Selasa, 10 November 2020 | 12:59 WIB

Bahaya Obesitas Bagi Pasien Covid-19, Bikin Makin Susah Sembuh!

Bahaya Obesitas Bagi Pasien Covid-19, Bikin Makin Susah Sembuh!

Bali | Minggu, 08 November 2020 | 21:55 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×