Cobalah Deteksi Penyakit Hati Berlemak, Perhatikan Tekstur dan Warna Feses!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 10 Mei 2021 | 09:01 WIB
Cobalah Deteksi Penyakit Hati Berlemak, Perhatikan Tekstur dan Warna Feses!
Ilustrasi buang air besar (Unsplash/Giorgio Trovato)

Suara.com - Penyakit hati berlemak berkembang melalui empat tahap, yakni steatosis, steatohepatitis, fibrosis dan sirosis. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan di area hati atau kelelahan yang mengindikasikan adanya penumpukan lemak.

Tapi, gejala lain penyakit hati berlemak juga bisa terlihat dari tekstur feses penderitanya. British Liver Trust memperingatkan bahwa feses yang keras dan berwarna hitam pekat bisa menjadi tanda yang berbahaya.

Secara medis, feses yang keras dan berwarna hitam pekat disebut melena. Tekstur dan warna feses seperti itulah yang bisa menjadi tanda adanya perdarahan internal.

Pasien yang sudah memiliki penyakit hati dihimbau untuk mencari pertolongan medis jika melihat tanda peringatan tersembut. Sementara itu, ada pula tanda-tanda lain penyakit hati berlemak yang butuk perhatian medis, yakni:

Ilustrasi buang air besar (Shutterstock)
Ilustrasi buang air besar (Shutterstock)
  1. Mata dan kulit menguning
  2. Mudah memar
  3. Urine berwarna gelap
  4. Pembengkakan di area perut bagian bawah
  5. Muntah darah
  6. Periode kebingungan atau ingatan buruk
  7. Kulit gatal

"Dalam kebanyakan kasus, orang hanya bisa mengetahui dirinya mengalami penyakit hati berlemak melalui sampel darahnya," kata British Liver Trust dikutip dari Express.

Formulir tes darah biasanya akan menunjukkan bahwa sampel yang akan diuji fungsi hati bersamaan dengan pemeriksaan medis lainnya. Pasien biasanya membutuhkan tes medis lebih lanjut, yang meliputi CT scan untuk mendiagnosis lemak di hati.

Secara umum, semakin seseorang kelebihan berat badan, semakin besar kemungkinan mereka menderita penyakit hati berlemak. Tahap awal penyakit hati berlemak yang ddisebut steatosis adalah tahapan di mana lemak telah menumpuk di hati tanpa menyebabkan peradangan atau jaringan parut.

Pada tahap ini, Anda akan diuntungkan dengan banyak olahraga jika masalah kesehatan ini berkaitan dengan kelebihan berat badan. Tapi. penurunan berat badan secara bertahap disertai peningkatan olahraga bisa menurunkan jumlah lemak di hati.

Kondisi kesehatan lain yang mendasari, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga perlu diperhatikan. British Liver Trust mengatakan penderita penyakit hati berlemak non alkohol yang terus-menerus mengembangkan sirosis memiliki risiko tinggi mengalami gagal hati.

Gejala sirosis biasanya berupa rasa tidak nyaman dan lelah sepanjang waktu, kehilangan selera makan, mual dan muntah, nyeri di daerah hati, pola tidur terganggu hingga penurunan berat badan.

Jika dibiarkan berkembang lebih jauh, hati akan mulai tidak berfungsi dan menyebabkan berbagai gejala. Beberapa indikasinya antara lain sesak napas, muntah darah, rambut rontok, dan tangan gemetar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Kulit Merah Bersisik, Bisa Jadi Tanda Penyakit Hati Berlemak

Waspadai Kulit Merah Bersisik, Bisa Jadi Tanda Penyakit Hati Berlemak

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 06:50 WIB

Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi

Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 12:13 WIB

6 Penyebab Feses Tiba-tiba Berbau Busuk, Bisa Jadi Masalah Kesehatan!

6 Penyebab Feses Tiba-tiba Berbau Busuk, Bisa Jadi Masalah Kesehatan!

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB