Pakar Cari Tahu Penyebab Vaksin Covid-19 Picu Pembekuan Darah

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 16 Mei 2021 | 15:15 WIB
Pakar Cari Tahu Penyebab Vaksin Covid-19 Picu Pembekuan Darah
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Vaksin AstraZeneca dan vaksin Johnson & Johsnon adalah dua jenis vaksin Covid-19 yang telah diduga menyebabkan pembekuan darah langka.

Para ilmuwan di seluruh dunia pun berlomba memahami penyebab kedua jenis vaksin Covid-19 itu memicu pembekuan darah mematikan.

Mereka melihat hubungan antara pasien, dokter dan lembaga kesehatan dan menilainya dari risiko apapun yang bisa ditimbulkan dari vaksin Covid-19 dan mengkalibrasi penggunaannya yang aman.

Dalam beberapa minggu terakhir, Amerika Serikat, provinsi Ontario di Kanada dan beberapa negara Eropa, termasuk Norwegia dan Denmark menghentikan sementara peluncuran kedua vaksin Covid-19 tersebut.

"Memahami penyebabnya sangat penting untuk peluncuran vaksin Covid-19 berikutnya, karena virus corona akan tetap bersama kita dan vaksinasi kemungkinan besar akan menjadi musiman," kata Eric van Gorp, seorang profesor di Universitas Erasmus di Belanda dikutip dari Fox News.

Di Jerman, seorang peneliti mengira dirinya telah menemukan hal yang memicu pembekuan darah. Andreas Greinacher, seorang ahli darah dan timnya di Universitas Greifswald percaya tentang apapun yang disebut vaksin vektor virus, vaksin yang menggunakan virus dingin tidak berbahaya dan dimodifikasi, yang dikenal sebagai adenovirus.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Vaksin ini bertujuan untuk menyampaikan materi genetik ke penerima vaksin untuk melawan virus corona. Hal itu yang bisa menyebabkan respons autoimun yang memicu pembekuan darah.

Menurut Prof Greinacher, reaksi itu bisa dikaitkan dengan protein yang tersesat dan pengawet yang ditemukan dalam vaksin AstraZeneca.

Prof Greinacher dan timnya baru saja mulai memeriksa vaksin Johnson & Johnson, tetapi telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 protein dalam vaksin AstraZeneca yang berasal dari sel manusia.

baca juga

Selain itu, ia juga menemukan pengawet yang dikenal sebagai asam ethylenediaminetetraacetic atau EDTA. Hipotesis mereka adalah EDTA yang umum untuk obat-obatan dan produk lain membantu protein masuk ke aliran darah, di mana mereka bisa mengikat komponen darah yang disebut faktor trombosit 4, atau PF4, membentuk kompleks yang mengaktifkan produksi antibodi.

Peradangan yang disebabkan oleh vaksin, dikombinasikan dengan kompleks PF4 bisa mengelabui sistem kekebalan agar percaya bahwa tubuh telah terinfeksi bakteri pemicu mekanisme pertahanan kuno. Kemudian, tidak terkendali dan menyebabkan pembekuan dan pendarahan.

Sementara itu, Prof John Kelton dari McMaster University di Kanada, menguji pasien virus corona dengan gejala pembekuan darah setelah vaksinasi, mengatakan lab tersebut mereplikasi beberapa penelitian Prof Greinacher dan mengonfirmasi temuannya.

Tapi, penyebabnya pembekuan darah akibat vaksin Covid-19 masih belum jelas. Sehingga, Prof Kelton mengatakan hipotesis Prof Greinacher bisa saja benar dan bisa saja salah.

Karena itu, Prof Greinacher sedang bekerja mengonfirmasi teorinya dan berharap mendapat kerjasama dari pembuat vaksin Covid-19. Timnya telah menguji vaksin AstraZeneca dan baru saja menerima vaksin Johnson & Johnson untuk diuji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Picu Reaksi Berantai, Ini Sebab Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin Covid

Picu Reaksi Berantai, Ini Sebab Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin Covid

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:38 WIB

Studi Terbatas: Vaksin AstraZeneca Bisa Lawan Varian Virus Corona India

Studi Terbatas: Vaksin AstraZeneca Bisa Lawan Varian Virus Corona India

Health | Jum'at, 14 Mei 2021 | 07:53 WIB

CDC: Kasus Pembekuan Darah Juga Terjadi Pada Vaksin Johnson & Johnson

CDC: Kasus Pembekuan Darah Juga Terjadi Pada Vaksin Johnson & Johnson

Health | Jum'at, 14 Mei 2021 | 06:31 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×