Waduh! Kemenkes Sebut Ada 145 Varian Berbahaya Virus Corona di Indonesia

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 15 Juni 2021 | 18:25 WIB
Waduh! Kemenkes Sebut Ada 145 Varian Berbahaya Virus Corona di Indonesia
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Ledakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, memunculkan kekhawatiran terhadap varian Delta virus Corona dari India.

Padahal menurut Kementerian Kesehatan, tidak hanya varian Delta saja yang saat ini beredar di Indonesia dan butuh perhatian lebih.

Dilansir ANTARA, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi melaporkan terdapat 145 kasus variant of concern (VOC) yang diyakini menular lebih cepat hingga memperberat gejala COVID-19 saat ini menyebar di sejumlah daerah di Indonesia.

"Hingga 13 Juni 2021, dari total 1.989 sekuens yang diperiksa, telah dideteksi 145 sekuens VOC. Sebanyak 36 kasus B117, lima kasus B1351 dan 104 kasus B1617.2," katanya.

Siti Nadia mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat untuk terus memperketat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro demi mencegah penyebarluasan varian baru Corona di masyarakat.

Menurut Siti Nadia, varian virus baru Corona itu menyebar di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Batam (Kepulauan Riau) satu kasus berjenis B117, Medan dan Tanjung Balai (Sumatera Utara) sebanyak dua kasus B117.

Palembang, Prabumulih, dan Penukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan) sebanyak empat kasus masing-masing satu kasus B117 dan tiga kasus B1617.2.

Selanjutnya di Dumai (Riau) sebanyak satu kasus B117, DKI Jakarta sebanyak 48 kasus masing-masing 24 kasus B117, empat kasus B1351 dan 20 kasus B1617.

"Selain DKI Jakarta, kasus terbanyak juga terdeteksi di Brebes, Cilacap dan Kudus (Jawa Tengah) sebanyak 76 kasus. Masing-masing satu kasus B117 dan 75 kasus B1617.2," katanya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Buatan Turki Masuk Uji Klinis Fase Ketiga

Sebaran lokasi lainnya, kata Siti Nadia, juga berada di Karawang (Jawa Barat) sebanyak dua kasus, yakni B117. Surabaya (Jawa Timur) sebanyak tiga kasus yakni dua kasus B117 dan satu kasus B1351.

Denpasar (Bali) sebanyak satu kasus B117, Gunung Mas, Palangka Raya (Kalimantan Tengah) sebanyak tiga kasus B1617.2. Sebanyak satu kasus B117 terdeteksi di Tapin (Kalimantan Selatan) dan tiga kasus B1617.2 di Samarinda (Kalimantan Timur).

Menurut Siti Nadia, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Perpanjangan kebijakan tersebut berlaku selama dua pekan, terhitung sejak Selasa (15/6). PPKM mikro kali ini merupakan tahap ke-10 yang diberlakukan di 34 provinsi di Tanah Air," katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI