Peneliti: Pola Tidur Bayi Bisa Prediksi Risiko Obesitas ketika Dewasa

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:00 WIB
Peneliti: Pola Tidur Bayi Bisa Prediksi Risiko Obesitas ketika Dewasa
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Suara.com - Pola tidur bayi Anda sepanjang malam bisa menjadi indikator penting untuk kondisi kesehatan mereka di masa depan. Sebuah penelitian telah menemukan anak-anak yang memiliki pola tidur baik pada bulan-bulan pertama kehidupannya berisiko rendah mengalami obesitas.

Para peneliti di rumah sakit AS menguji teori pada bayi baru lahir dan pola tidur mereka. Mereka menemukan pola tidur bayi pada bulan-bulan awal kehidupannya sangat penting.

Hanya satu jam tambahan tidur bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan sebesar 26 persen pada bayi. Selain itu, bayi yang jarang terbangun di malam hari cenderung tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih di masa mendatang.

Meskipun belum jelas hubungan antara pola tidur yang baik pada bayi dengan obesitas. Hal ini mungkin berdampak pada kebiasaan makan berlebihan pada mereka.

"Hubungan antara kurang tidur dan penambahan berat badan sudah ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua. Tapi, hubungan antara keduanya belum pernah ditemui pada bayi," kata Susan Redline, MD, MPH, dokter senior di Divisi Gangguan Tidur dan Sirkadian di Brigham dikutip dari The Sun.

Ilustrasi bayi. (Unsplash)
Ilustrasi bayi. (Unsplash)

Dalam penelitian ini, mereka menemukan bahwa bayi yang lebih sering terbangun di malam hari juga berkaitan dengan risiko kelebihan berat badan dalam 6 bulan pertama kehidupannya, tidak hanya tidur malam yang lebih singkat.

"Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya pola tidur yang sehat untuk Segala usia," kata Susan Redline.

Redline dan rekan lainnya mengamati 298 bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Massachusetts, menyatukan pola tidur mereka menggunakan perangkat kaki.

Para peneliti juga mengukur tinggi dan berat badan serta menentukan indeks massa tubuh untuk mengukur pertumbuhan ratusan bayi tersebut. Bayi yang dianggap mengalami kelebihan berat badan, bila hasil pengukurannya di atas persentil ke-95 pada grafik pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Kunjung Sukses Turunkan Berat Badan? Ivan Gunawan Ungkap Penyebab Gagal Diet

Tak Kunjung Sukses Turunkan Berat Badan? Ivan Gunawan Ungkap Penyebab Gagal Diet

Lifestyle | Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:53 WIB

Kulit Bayi Kelainan Seperti Melepuh, Waspada Alami Penyakit Ini

Kulit Bayi Kelainan Seperti Melepuh, Waspada Alami Penyakit Ini

Health | Senin, 18 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Ini Perbedaan Umum Alergi dengan Masalah Saluran Cerna Pada Bayi

Ini Perbedaan Umum Alergi dengan Masalah Saluran Cerna Pada Bayi

Health | Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Terkini

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB