Daftar Komposisi Permen Karet yang Berisiko Menyebabkan Masalah Kesehatan pada Tubuh

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Senin, 21 Februari 2022 | 10:20 WIB
Daftar Komposisi Permen Karet yang Berisiko Menyebabkan Masalah Kesehatan pada Tubuh
Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)

Suara.com - Permen karet menjadi salah satu solusi untuk menyegarkan mulut serta menghilangkan bau mulut. Permen karet umumnya mengandung sejumlah bahan, mulai dari gum (bahan karet), resin, pengisi seperti kalsium karbonat, pengawet, pelunak, pemanis (gula), dan penyedap rasa.

Meski bermanfaat dan dijual secar bebas, sayangnya beberapa komposisi permen karet terbukti dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Mengutip dari Healthline, beberapa jenis permen karet justru mengandung sejumlah bahan kontroversial seperti BHT, yang merupakan pengawet berkedok sebagai antioksidan.

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan, mengonsumsi bahan tersebut dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kanker. Selain itu, ada juga penelitian dari Belanda tahun 2000 yang meligat hubungan antara BHT dengan risiko kanker perut.

Seorang perempuan sedang meniup permen karet. [shutterstock]
Seorang perempuan sedang meniup permen karet. [shutterstock]

Dari studi hubungan tersebut, hasilnya ditemukan bahwa pria dan wanita yang mengonsumsi bahan BHT ditemukan mengalami peningkatan terhadap risiko kanker.

Selain BHT, bahan titanium dioksida yang memberi tekstur halus pada permen karet juga dikatakan berdampak bagi kerusakan sistem saraf dan organ. Hal itu dibuktikan lewat sebuah penelitian pada hewan.

Ada juga bahan aspartam, yang merupakan pemanis buatan dan berisiko menyebabkan berbagai kondisi masalah kesehatan mulai dari sakit kelapa, obesitas, hingga kanker.

Penelitian pada hewan menunjukkan, bahwa kandungan aspartam merupakan karsinogen kimia, yang dapat menyebabkan risiko kanker.

Di samping itu, bagi orang yang memiliki kondisi penyakit herediter langka (penyakit turunan), yang dikenal sebagai fenilketonuria, diminta untuk membatasi konsumsi bahan fenilalanin, yang merupakan komponen dari aspartam.

Demikian informasi mengenai komposisi permen karet yang bisa menyebabkan masalah kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Turunkan Angka Kesembuhan, Ini Penyebab Kelelahan Berat pada Pasien Kanker

Bisa Turunkan Angka Kesembuhan, Ini Penyebab Kelelahan Berat pada Pasien Kanker

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 07:48 WIB

Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker

Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 00:05 WIB

Anjing Bisa Deteksi Kanker di Tubuh Manusia pada Tahap Awal, Begini Caranya

Anjing Bisa Deteksi Kanker di Tubuh Manusia pada Tahap Awal, Begini Caranya

Health | Minggu, 20 Februari 2022 | 19:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB